ADVERTISEMENT

Senin, 08 Agu 2022 09:05 WIB

Kepala Bagian Kiri Sering Sakit dan Terasa Berat, Tanda Penyakit Apa Dok?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Ilustrasi sakit kepala atau pusing saat bangun tidur Ilustrasi sakit kepala. Foto: Getty Images/staticnak1983
Jakarta -

Pertanyaan:

Saya punya keluhan sakit kepala belakang sebelah kiri. Kondisi ini sudah menahun, tetapi belakangan lebih sering nyeri dan hampir setiap hari.

Sebagai informasi, saya pernah jatuh dari motor dan pingsan saat saya usia 17 dan itu mengakibatkan kepala saya saat itu benjol (di titik yang sekarang sering nyeri itu).

Kadang saya tidak kuat menahan rasa sakitnya. Bukan sakit pusing, tetapi sakit saja. Tetapi ada rasa seperti panas, kesemutan pada titik yang ngeri itu. Kadang nyeri seperti nyut-nyutan tapi tak sering.

Kemudian, kepala terasa berat dan ini juga bersamaan dengan nyeri di bagian punggung, belikat, bahu hingga leher. Saking sakitnya saya sering memijat bagian kepala yang sakit dengan gerakan memutar pakai telapak tangan.

Sakit kepala saya akan bertambah parah mana kala berada di ruangan ber-AC, sampai saya merasakan seperti mata mau keluar, kuping terasa budek, dan keluar ingus.

Saya diharuskan bekerja yang hampir 24 jam di depan laptop. Selama sakit, saya tidak pernah mengkonsumsi obat-obatan penghilang rasa sakit atau konsultasi ke dokter, karena takut menghadapi kenyataan kalau ternyata saya kenapa-kenapa.

Meski sudah istirahat yang cukup, tidak hilang sakit kepalanya sampai saat ini. Pertanyaan saya, kira-kira saya sakit apa ya Dok?

Apakah saya harus melakukan CT scan untuk mengetahui sakit kepala saya ini? Selain dengan obat, apakah bisa saya melakukan pengobatan alternatif?

Lia (wanita, 40 tahun)

Jawaban:

Sakit kepala berulang bisa disebabkan berbagai hal, antara lain migrain, tension headache, iskemik (penyumbatan yang sementara, atau ada infeksi di jaringan setempat, misalnya sakit gigi, infeksi saluran telinga atau ada sinusitis.

Riwayat yang sering pilek dan sakit kepala saat di ruangan ber-AC bisa saja berhubungan dengan sinusitis.

Apakah nyeri tersebut berhubungan dengan jatuh beberapa tahun sebelumnya, perlu pemeriksaan lebih lanjut, misalnya mungkin ada saraf terjepit. Kombinasi berbagai hal di atas juga bisa disebabkan oleh kondisi psikologis yang bermanifestasi pada keluhan fisik.

Pemeriksaan CT-scan bisa untuk melihat apakah ada cairan di rongga sinus untuk diagnosa sinusitis, juga bisa melihat apakah ada sesuatu di tulang kepala dan di otak. Apakah saat ini perlu atau tidak, bisa ditanyakan saat datang periksa ke dokter.

Singkatnya, untuk masing-masing kondisi di atas, perlu dilakukan pemeriksaan yang sesuai. Saya sarankan untuk datang ke dokter terdekat untuk dilakukan medical check up. Tidak perlu khawatir dengan hasilnya, karena lebih baik tahu kondisi dan setelah itu bisa ditangani dengan sesuai. Apakah perlu obat atau terapi tertentu, tentunya akan bisa ditentukan setelah konsultasi dan pemeriksaan.

Hal yang juga penting adalah istirahat cukup, makan dan minum bergizi baik dan olah raga teratur. Ini adalah alternatif pengobatan dari berbagai keluhan ibu di atas.

dr Eddy Wiria, PhD

Co-Founder dan CEO Kavacare.id

Tentang Konsultasi Kesehatan

Pembaca detikcom yang memiliki pertanyaan terkait berbagai masalah kesehatan dapat mengirimkan pertanyaan ke email redaksi@detikhealth.com dan akan dijawab oleh pakar yang kompeten. Kirimkan pertanyaan dengan subjek email "konsultasi pembaca" disertai keterangan nama, usia, dan jenis kelamin.

Identitas penanya bisa ditulis terang atau disamarkan, disesuaikan dengan keinginan pembaca. Seluruh identitas penanya kami jamin akan dirahasiakan.



Simak Video "Wujud CT Scan Toraks 0-14 Hari Saat Terinfeksi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT