ADVERTISEMENT

Rabu, 10 Agu 2022 10:05 WIB

Dokter Minta Waspada, Gejala Cacar Monyet 2022 Berbeda! Ini Penampakannya

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Monkeypox  positive blood tube and world pandemic map Ilustrasi cacar monyet. (Foto: Getty Images/iStockphoto/turk_stock_photographer)
Jakarta -

Penyakit cacar monyet masih diwaspadai di seluruh dunia. Saat ini sudah ada puluhan ribu kasus cacar monyet yang tersebar di 16 negara.

Laporan menunjukkan adanya perbedaan gejala cacar monyet, khususnya yang terlihat dari lesi. Jika pada awal kasus, lesi cacar monyet bisa tersebar di seluruh tubuh, kebanyakan pasien saat ini mengalami gejala yang berbeda.

"Kalau membandingkan, ada istilah 2022 lesion. Jadi lesi yang dilaporkan di 2022 ini dilaporkan terbatas di organ-organ tubuh saja, yang tampilannya berbeda dengan lesi klasik yang ada di Afrika," beber spesialis penyakit dalam dr Robert Sinto, SpPD-KPTI dalam webinar kesehatan FKUI, Selasa (9/8/2022).

dr Sinto mengatakan penyakit cacar monyet mengalami perubahan pada tampilan klinisnya. Sehingga jika hanya mendiagnosis pasien berdasarkan kemiripan dengan cacar air, kemungkinan besar akan melewatkan tampilan lesi tersebut.

Tampilan lesi pasien cacar monyetTampilan lesi pasien cacar monyet Foto: Tangkapan Layar Youtube FKUI

Meski pada laporan 500 kasus cacar monyet di 16 negara pada April-Juni 2022, pasien umumnya melaporkan adanya lesi pada kulit, tidak sedikit juga yang mengalami pembengkakan kelenjar getah bening saat terinfeksi.

"Lokasi lesinya tidak semata-mata pada genital, di dubur atau kemaluan. Telapak tangan yang dulu dibedakan dengan cacar air, ternyata hanya 10 persen saja (pasien yang mengalami)," pungkasnya.

Simak Video 'Ada 17 Kasus Cacar Monyet di Indonesia':

[Gambas:Video 20detik]



(kna/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT