ADVERTISEMENT

Kamis, 11 Agu 2022 08:45 WIB

Viral Maba Untirta Dijemur Berjam-jam, Ini Efek Terlalu Lama Terpapar Matahari

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Kampus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) di Sindangsari, Kabupaten Serang, Banten. Jokowi bicara dua sosok teladan di Banten yang tercermin pada Kampus Untirta. Foto: Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden
Jakarta -

Viral mahasiswa baru Untirta atau Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dijemur berjam-jam saat kegiatan ospek. Di media sosial, para maba curhat mengalami dehidrasi dan beberapa pingsan saat kegiatan berlangsung.

"Asal kalian tau kita dijemur dari jam 12 sampai jam 5 sore," tulis akun @h**sse*ende yang menyebut dirinya mahasiswa baru di Untirta.

Ia juga menuliskan bahwa posko kesehatan saat itu penuh dengan maba yang mengeluh sesak, mual, pingsan, dan kaki mati rasa akibat dijemur berjam-jam.

Menurut para pakar, berada di bawah sinar matahari bermanfaat bagi tubuh untuk memproduksi vitamin D secara alami. Namun, waktu berjemur yang disarankan hanya 5 sampai 10 menit.

Berada terlalu lama di bawah sinar matahari bukan tanpa risiko. Seseorang bisa mengalami ruam matahari atau kadang disebut ruam panas yang merah dan gatal di seluruh tubuh.

Dikutip dari Healthline, paparan sinar matahari dapat menyebabkan kulit terbakar yang menyakitkan. Kulit terbakar akibat sengatan matahari juga berisiko menyebabkan melanoma.

Dalam kasus yang parah, terpapar sinar matahari bisa menyebabkan ruam, mual, demam, pusing, sampai panas dingin. Jika paparan berlangsung terlalu lama, seseorang bisa mengalami:

  • Kulit melepuh
  • Dehidrasi
  • Edema
  • Pingsan


Simak Video "Yang Perlu Diperhatikan Saat Berjemur Agar Dapat Hasil Optimal"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT