ADVERTISEMENT

Senin, 15 Agu 2022 06:31 WIB

Mundur Nih! Kemenkes Perkirakan Puncak Omicron BA.5 Bisa Tiba Agustus

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kasus COVID-19 di Tanah Air terus menunjukkan peningkatan yang diyakini terkait subvarian BA.4 dan BA.5 DKI Jakarta jadi daerah yang menyumbang kasus terbanyak. Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Tren COVID-19 di Indonesia masih terpantau fluktuatif, tren penurunan kasus baru beberapa pekan terakhir selalu terlihat menjelang akhir pekan. Misalnya per Minggu (14/8/2022), kasus baru COVID-19 bertambah 4.442 kasus, sementara total pasien yang membutuhkan perawatan atau isolasi berkurang 479 kasus.

Penambahan kasus tersebut lebih rendah dibandingkan dua hari lalu yakni Jumat (12/8) dengan total 6.091 kasus baru. Menurut Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dr Maxi Rein Rondonuwu, puncak Omicron baru akibat BA.5 yang sebelumnya diprediksi tiba akhir Juli, bisa saja bergeser melewati akhir Agustus.

"Kita sudah ada BA.4, BA.5, BA.2.75, subvarian Omicron ini yang menyebabkan kita lama turun peak-nya," beber Maxi saat ditemui di gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Jakarta Pusat.

"Bisa saja Agustus, kalau lihat tren sekarang, tapi semoga saja nggak ada varian baru lagi ya," lanjut dia.

Adapun varian baru yang menjadi kekhawatiran adalah BA.4.6 yang mulai menyumbang sejumlah kasus di Amerika Serikat. Namun, pemerintah memastikan hingga kini belum resmi mencatat kasus tersebut.

"Iya bisa juga yah sudah ada, tapi belum diidentifikasi," kata Maxi.

Berikut riwayat kasus aktif COVID-19 selama sepekan terakhir:

  • Minggu (14/8): berkurang 479 kasus menjadi 53.127 kasus aktif.
  • Sabtu (13/8): bertambah 30 kasus menjadi 53.606 kasus aktif
  • Jumat (12/8): bertambah 847 kasus menjadi 53.576 kasus aktif
  • Kamis (11/8): bertambah 686 kasus menjadi 52.729 kasus aktif
  • Rabu (10/8): bertambah 1.002 kasus menjadi 52.043 kasus aktif
  • Selasa (9/8): bertambah 1.408 kasus menjadi 51.041 kasus aktif
  • Senin (8/8): berkurang 512 kasus menjadi 49.633 kasus aktif
  • Minggu (7/8): berkurang 750 kasus menjadi 50.145 kasus aktif


Simak Video "Studi AS Ungkap Covid-19 Memperparah Kerusakan Otak Jangka Panjang"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT