ADVERTISEMENT

Senin, 15 Agu 2022 11:40 WIB

PPKM Lanjut Atau Setop? Begini Riwayat Sepekan Kasus Aktif COVID-19 RI

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Vakinasi massal lanjutan atau dosis ketiga mulai gencar dilakukan. Salah satunya di Kota Bekasi, tepatnya di Stadion Patriot Candrabhaga. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Kelanjutan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Indonesia bakal ditentukan hari ini, Senin (15/8/2022). Mengingat perpanjangan PPKM melalui Instruksi Menteri Dalam negeri Nomor 38 Tahun 2022 berlaku mulai tanggal 2 sampai 15 Agustus 2022.

Sebelumnya, seluruh wilayah Indonesia masuk PPKM level satu, sehingga hampir semua kegiatan diizinkan berjalan dengan kapasitas 100 persen. Meskipun demikian, kasus aktif di Indonesia masih terpantau di atas 50 ribu. Berikut data riwayat sepekan terakhir.

  • Minggu (14/8): berkurang 479 kasus menjadi 53.127 kasus aktif
  • Sabtu (13/8): bertambah 30 kasus menjadi 53.606 kasus aktif
  • Jumat (12/8): bertambah 847 kasus menjadi 53.576 kasus aktif
  • Kamis (11/8): bertambah 686 kasus menjadi 52.729 kasus aktif
  • Rabu (10/8): bertambah 1.002 kasus menjadi 52.043 kasus aktif
  • Selasa (9/8): bertambah 1.408 kasus menjadi 51.041 kasus aktif
  • Senin (8/8): berkurang 512 kasus menjadi 49.633 kasus aktif
  • Minggu (7/8): berkurang 750 kasus menjadi 50.145 kasus aktif

Adapun provinsi penyumbang kasus aktif COVID-19 paling banyak, di antaranya:

  • DKI Jakarta: 19.208 kasus
  • Jawa Barat: 18.285 kasus
  • Banten: 4.911 kasus
  • Jawa Tengah: 1.921 kasus
  • Bali: 1.517 kasus
  • Jawa Timur: 1.053 kasus
  • Kalimantan Selatan: 1.041 kasus
  • DI Yogyakarta: 812 kasus
  • Sumatera Utara: 775 kasus
  • Sumatera Selatan: 504 kasus

Kementerian Kesehatan RI bersama Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) belum lama ini memaparkan temuan 98,5 persen warga Indonesia sudah memiliki antibodi terhadap virus Corona. Dibandingkan survei pertama pada Desember 2021, ditemukan baru 87,8 persen.

Peneliti FKM UI Iwan Ariawan menyebut tidak ada kepastian perihal sumber antibodi tersebut dari vaksin COVID-19 atau infeksi alamiah virus Corona pada warga Indonesia.

"Hasil dari serosurvey ini menunjukkan ada peningkatan proporsi penduduk yang memiliki antibodi SARS-CoV-2," ungkap Iwan dalam konferensi pers Kemenkes, Kamis (11/8).

"Kalau kita lihat kadarnya, ada peningkatan sebesar 4 kali lipat pada antibodi SARS-CoV-2, antibodi untuk COVID-19 di Indonesia, ini kalau dibandingkan dari Desember 2021 dengan Juli 2022," sambungnya.



Simak Video "5 Negara dengan Kasus Aktif Corona Tertinggi di Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT