ADVERTISEMENT

Selasa, 16 Agu 2022 11:49 WIB

Disorot Jokowi: Stunting Harus Cepat Dipangkas!

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
Presiden Joko Widodo Presiden Joko Widodo dalam Sidang Tahunan MPR dan DPR RI 2022. Foto: YouTube Sekretariat Presiden
Jakarta -

Presiden Joko Widodo menyoroti masalah stunting di Indonesia dalam bidang kesehatan. Menurutnya, angka stunting di Indonesia harus dipangkas dengan cepat.

"Saudara-saudara sebangsa dan setanah air, semua agenda tersebut harus ditopang dengan kemanusiaan Indonesia yang unggul. Untuk itu di bidang kesehatan, stunting harus cepat dipangkas," ucap Jokowi dalam pidato Sidang Tahunan MPR dan DPR RI 2022, Selasa (16/8/2022).

Jokowi menambahkan, pelayanan kesehatan meliputi layanan pengobatan harus semakin diperkuat dan merata.

"Pelayanan promotif dan preventif serta layanan pengobatan harus semakin kuat dan merata," tambahnya.

Sebelumnya, dalam acara Hari Keluarga Nasional, Kamis (7/7), Jokowi menyebut angka kelahiran stunting memang sudah bisa ditekan signifikan dibandingkan 2014 silam. Per 2021, angka stunting di Indonesia berada di 24,4 persen. Jokowi menargetkan 2024 mendatang angkanya turun jauh lebih rendah hingga 14 persen.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti masalah gizi anak yang tidak tercukupi terkait stunting. Masalah stunting yang tidak dibenahi menurutnya bisa menghambat kualitas manusia Indonesia untuk bersaing dengan negara lain.

"Karena anak-anak kita di hari ini adalah penentu wajah masa depan Indonesia, kalau anak-anak kita pintar, cerdas, kita bersaing dengan negara lain itu mudah, tapi kalau anak stunting gizinya nggak baik, nggak tercukupi, bersaing dengan negara lain akan sangat kesulitan kita," pesan Jokowi dalam Hari Keluarga Nasional.

Menurut hasil Studi Status Gizi Indonesia 2021 yang dilaporkan Kementerian Kesehatan RI, angka stunting secara nasional menunjukkan perbaikan dengan turunnya tren sebesar 3,3 persen dari 27,7 persen tahun 2019 menjadi 24,4 persen tahun 2021.



Simak Video "Jokowi Harap 70% Lebih Warga Sudah Divaksinasi hingga Akhir Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(mfn/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT