ADVERTISEMENT

Kamis, 18 Agu 2022 11:41 WIB

Psikolog Ungkap Gejala 'Khas' Trauma, Sensasi Seperti Ini Sering Muncul

Ayunda Septiani - detikHealth
Jakarta -

Psikolog klinis Edward Septianto Gani, MPsi menjelaskan ciri-ciri seseorang mengalami trauma, baik dari usia anak maupun kasus dewasa. Mengingat, belakangan viral seorang anak SD disebut mengalami trauma karena rambutnya dipotong 'asal-asalan' tanpa sepengetahuan orang tuanya.

Tak semua gangguan mental seperti stres, hingga cemas bisa dikategorikan trauma. Ciri-ciri umum yang paling khas ditemukan menurutnya seseorang kerap merasa hampa.

Orang tersebut disebut Edward tidak bisa memproses emosi yang dirasakan. "Perasaan yang dia rasakan itu tidak bisa diidentifikasi dengan baik," sebutnya dalam bincang e-Life detikcom Jumat (12/8/2022).

"Bahkan mungkin dia merasa numb, kosong, hampa. Pada individu yang mengalami trauma, perasaan hampa ini disebabkan karena bagian otak yang di dalamnya dinamakan sistem limpatik, di dalamnya ada amigdala, itu mengalami error," lanjut dia.

Sementara manusia memiliki alarm di otak untuk memberikan peringatan jika ada sesuatu yang membahayakan atau mengancam jiwa. Fungsinya tentu untuk memberikan respons otomatis.

"Nah alarm ini karena dia error, tubuh itu kacau. Jadi meskipun kejadian itu sedang dialami minggu yang lalu, beberapa minggu yang lalu, atau bertahun-tahun yang lalu, tubuh masih merasakan sensasinya saat ini," sambungnya.

Seperti apa sensasi yang muncul?

Keluhan klinis yang kerap dikeluhkan adalah nyeri sendi, pusing, mual, hingga sempoyongan seperti ingin pingsan. Gejala tersebut muncul lantaran keseimbangan tubuh mengalami masalah.

"Yang paling sering terjadi juga individu itu merasa nggak ada tempat yang benar-benar safe buat dia, jadi rasa takut itu berlebihan, sehingga itu mempengaruhi respons dia terhadap kejadian-kejadian tertentu," kata Edward.

"Dan juga cara dia masuk involve dalam lingkungan sosial itu mengalami hambatan, sehingga ketika dalam interaksi sosial, individu ini nggak bisa berfungsi dengan baik, dia seperti disibukan dengan dirinya sendiri, sibuk dengan pikirannya," pungkas dia.

(/mjt)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT