Suami 'Jajan' Bikin Ratusan Ibu Positif HIV, Harus Apa Biar Anak Tak Tertular?

ADVERTISEMENT

Suami 'Jajan' Bikin Ratusan Ibu Positif HIV, Harus Apa Biar Anak Tak Tertular?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Rabu, 24 Agu 2022 09:30 WIB
HIV - sexually transmitted disease blood test and treatment
Foto: iStock
Jakarta -

Kasus penularan HIV di kelompok ibu rumah tangga (IRT) masih sangat tinggi. Berdasarkan data Komisi Penanggulangan AIDS Bandung, ratusan ibu rumah tangga tertular HIV.

Berdasarkan data KPA Kota Bandung, hingga Desember 2021 ada 664 kelompok IRT yang mengidap HIV. Diduga mereka tertular dari suaminya.

"Nggak pakai pengaman jajannya (hubungan seksual tanpa pengaman selain dengan istrinya)," kata Ketua Sekretariat KPA Kota Bandung Sis Silvia Dewi kepada detikJabar, Selasa (23/8/2022).

Meskipun cenderung fluktuatif, data kasus HIV-AIDS di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Dalam laporan Perkembangan HIV AIDS & Penyakit lnfeksi Menular Seksual (PIMS) Triwulan I Tahun 2021 oleh Kemenkes, per Maret 2021 ada 18.848 ibu rumah tangga yang mengidap HIV-AIDS.

Pada 2020, dari 2,4 juta bumil yang dites HIV, 6 ribu di antaranya positif. Namun hanya sekitar 2.211 yang menerima perawatan HIV. Di tahun yang sama, ada 67 bayi yang lahir terinfeksi HIV.

HIV dapat ditularkan melalui pertukaran berbagai cairan tubuh dari orang yang terinfeksi, seperti darah, ASI, semen dan cairan vagina. HIV juga dapat ditularkan dari seorang ibu ke anaknya selama kehamilan dan persalinan.

Bagaimana agar Anak Tidak Tertular?

Pada ibu hamil dengan HIV yang tidak mendapatkan upaya pencegahan penularan kepada janin atau bayinya, maka risiko penularan berkisar antara 20-50 persen. Bila dilakukan upaya pencegahan, maka risiko penularan dapat diturunkan menjadi kurang dari 2 persen.

Ibu yang terinfeksi HIV disarankan segera menjalani pengobatan ARV yang teratur agar dapat melahirkan anak yang terbebas dari HIV melalui persalinan pervaginam dan menyusui bayinya.

"Intervensi-intervensi pada proses kehamilan, proses menyusui, pengobatan anti retroviral sehingga memastikan virusnya tidak menular," kata Ketua Jaringan Indonesia Positif, Meirinda Sebayang, dalam salah satu diskusi di ICIFPRG, Yogyakarta, Selasa (23/8/2022).

Ia menambahkan akses dan layanan bagi orang dengan HIV khususnya kelompok rentan semestinya lebih komperhensif dan mudah diakses demi menekan penularan HIV-AIDS.



Simak Video "AIDS dan 10 Gejala Umumnya: Batuk Kering-Demam"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/vyp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT