Mantan Pekerja Seks di Bandung Buka-bukaan Soal Gejala Saat Kena HIV

ADVERTISEMENT

HIV-AIDS

Mantan Pekerja Seks di Bandung Buka-bukaan Soal Gejala Saat Kena HIV

Muhammad Fadhil Raihan - detikHealth
Sabtu, 27 Agu 2022 20:36 WIB
Mantan pekerja seks pengidap HIV
Ilustrasi pengidap HIV (Foto: Wisma Putra/detikJabar)
Jakarta -

Ada banyak sekali informasi tentang HIV (Human Immunodeficiency Virus) yang bertebaran, termasuk tentang gejalanya. Kali ini, beberapa pengidap HIV yang kebetulan juga mantan pekerja seks menceritakan pengalamannya.

AS (33), seorang mantan Wanita Pekerja Seks (WPS) dinyatakan positif HIV pada 2018. Ia meyakini tertular dari suaminya yang juga terpapar HIV dan kini sudah meninggal.

"Awal gejalanya ada muntaber, muntah-muntah dan mencret," kata AS, ditemui di Female Plus, Kota Bandung, Jumat (26/8/2022).

Menurut AS, gejala yang sama juga dialami oleh almarhum suaminya sebelum meninggal. Ia sendiri tidak tahu pasti dari mana suaminya tertular.

"Setelah suami meninggal karena HIV saya tiga kali cek ke dokter karena muntaber, awalnya sembuh terus kambuh lagi, akhirnya pas cek ketiga dokternya inisiatif untuk cek HIV," tutur AS.

Awalnya, AS tidak tahu menahu tentang gejala HIV. Ia baru mendapat pemahaman tentang hal itu setelah periksa ke rumah sakit.

Saat ini, AS rutin berobat. Sebulan sekali ia bisa mengakses obat di RS Hasan Sadikin dan mendapat 30 obat untuk diminum sehari sekali.

Sementara itu, E yang merupakan mantan pria pekerja seks terpapar HIV pada 2015. Ia meyakini tertular dari salah satu kliennya.

"Awal periksa tuh di bagian anus ada gatal-gatal, terus kata dokter itu kuman papilloma atau kutil kelamin gitu, tapi di bagian anus," kata E.

"Saya coba ke Poli Anggrek di RSHS untuk tes IMS (infeksi penyakit menular seksual), nah dari sana pas dicek katanya salah satu penyakit menular, terus ditanya pernah melakukan hubungan seksual berisiko, saya bilang iya sebagai pekerja seks LSL (Lelaki Seks Lelaki)," paparnya.

Sama seperti AS, E juga rutin berobat di RSHS. Pengobatannya ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

NEXT: HIV Sebenarnya Tidak Bergejala!

Saksikan juga Sosok minggu ini: Tasawuf Underground, Syiar Islam untuk Punkers

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT