Idap Diabetes Melitus, Petugas Kebersihan Dumai Andalkan Program JKN

Idap Diabetes Melitus, Petugas Kebersihan Dumai Andalkan Program JKN

Erika Dyah - detikHealth
Senin, 29 Agu 2022 08:55 WIB
Idap Diabetes Melitus, Petugas Kebersihan Dumai Andalkan Program JKN
Foto: BPJS Kesehatan
Jakarta -

Seorang petugas kebersihan di Dumai yang sehari-hari membersihkan pekarangan depan Pendopo atau Rumah Dinas Wali Kota, Upik Rohani (42) mengaku dimudahkan untuk mengakses fasilitas kesehatan. Apalagi ia telah terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Upik mengatakan dirinya terdaftar dalam segmen JKN Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBD yang iurannya dibayarkan pemerintah. Ibu dari dua orang anak ini menceritakan pengalamannya beberapa kali memanfaatkan kartu KIS miliknya.

"Kartu ini saya terima dari kelurahan, kami sekeluarga semuanya dapat kartu KIS ini. Kartu KIS ini sudah banyak menolong kami, saya saja sudah dua kali dirawat. Yang pertama waktu melahirkan anak ketiga saya memanfaatkan kartu KIS ini untuk penanganan persalinannya walaupun akhirnya anak saya tidak dapat diselamatkan karena memang sudah meninggal di dalam. Kemudian yang kedua, saat saya dirawat karena gula darah saya sedang naik sempat tiga hari," ungkap Upik dalam keterangan tertulis, Senin (29/8/2022).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Upik pun mengungkap dirinya selama ini mengidap diabetes melitus atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai penyakit kencing manis. Untungnya, ia sudah terdaftar sebagai pasien Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Puskesmas Jaya Mukti sehingga ia bisa rutin menjalani konsultasi dengan dokter di Puskesmas.

Selama berobat baik di Puskesmas maupun di rumah sakit, ia mengaku mendapat pelayanan yang sangat baik oleh petugas medis. Terlebih dengan adanya Mobile JKN yang membantunya mengambil nomor antrean di fasilitas kesehatan sehingga ia semakin merasa dimudahkan.

ADVERTISEMENT

"Bukan hanya saya, suami juga pernah dirawat di RSUD Dumai menggunakan Program JKN. Kala itu suami saya terkena demam berdarah tepatnya pertengahan tahun lalu. Hampir satu minggu suami saya dirawat. Alhamdulillah akhirnya sembuh berkat pelayanan rumah sakit yang baik dan tentunya tak lepas dari peran BPJS Kesehatan penjamin biaya kami berobat," jelasnya.

Upik berharap pemerintah melalui BPJS Kesehatan tetap mempertahankan Program JK. Ia juga berharap rumah sakit bisa meningkatkan pelayanannya, karena sangat banyak masyarakat yang berobat menggunakan JKN.




(ega/ega)

Berita Terkait