Aliando Ngaku Kena OCD Gegara Jadi Korban Kriminal, Inikah Awal Mulanya?

ADVERTISEMENT

Aliando Ngaku Kena OCD Gegara Jadi Korban Kriminal, Inikah Awal Mulanya?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Senin, 29 Agu 2022 14:31 WIB
aliando
Aliando buka-bukaan soal penyebab OCD. (Foto: febriyantino nur pratama/detikhot)
Jakarta -

Aliando sempat menghilang dikabarkan lantaran terkena gangguan obsesif kompulsif (OCD) ekstrem. Baru-baru ini, ia buka suara jika OCD yang diidapnya dikarenakan kasus kriminal yang terjadi di rumahnya.

"Jujur sebenarnya gue ini, sebabnya ini bukan karena sakit OCD gue menghilang. OCD itu adalah dampak dari masalah ini. Ada masalah, ada kasus kriminal yang terjadi di dalam rumah gue," aku Aliando dalam channel YouTube Ricky Cuaca dilihat Senin (29/8/2022).

"Habis itu terkenalah OCD. Ada yang bilang Ali kena mental gara-gara di-judge, karena nggak laku, ada yang bilang sudah nggak ada tawaran kali. Padahal pada semestinya masalahnya ini gue kena OCD bukan karena itu, tapi ada situasi kriminal di rumah gue jadi terkenalah gue OCD," tuturnya.

Ali tidak menjelaskan lebih lanjut masalah kriminal apa yang dihadapinya. Sebagai gambaran, OCD adalah gangguan kesehatan mental saat seseorang memiliki pemikiran obsesif dan tingkah laku kompulsif.

OCD bisa terjadi pada wanita maupun laki-laki, atau bahkan usia anak. Sebagian orang mulai mengalami gejala awal OCD saat remaja, adapula yang baru merasakan gejalanya saat menginjak usia dewasa.

OCD bisa jadi mengganggu kehidupan sehari-hari, tetapi bantuan perawatan ahli bisa mengatasi gangguan mental tersebut.

Gejala gangguan obsesif kompulsif (OCD)

Jika kamu mengidap OCD, kamu biasanya akan mengalami pemikiran obsesif yang sering terjadi dan tingkah laku kompulsif. Obsesi ialah pemikiran, imej, atau desakan yang tidak diinginkan atau tidak menyenangkan dan berulang kali mengganggu pemikiran, sehingga menyebabkan perasaan cemas, jijik, bahkan tidak senang.

Sebagai contoh, seseorang yang mempunyai ketakutan obsesif mungkin merasa perlu memeriksa semua jendela dan pintu dikunci beberapa kali sebelum meninggalkan rumah mereka.

Sementara pada kasus wanita, terkadang gejala OCD terjadi saat mengandung atau pasca melahirkan. Obsesi yang muncul kemungkinan terkait perasaan bimbang tentang hal-hal yang bisa membahayakan bayi, muncul kekhawatiran berlebihan tidak mensterilkan botol susu dengan baik sehingga mengeceknya berulang kali.

Bahkan, boleh jadi mereka berulang kali memeriksa apakah bayi mereka masih bernapas.

Jika kamu merasakan gejala tersebut dan sangat mengganggu aktivitas keseharian, segeralah pergi ke profesional untuk mendapatkan terapi psikologi dan mengatasi gejala-gejalanya.



Simak Video "Diderita Aliando Syarief, Ini yang Perlu Diketahui dari OCD"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT