Komentar Ketum IDI soal Vaksin Nusantara Terawan Masuk Jurnal Internasional

ADVERTISEMENT

Komentar Ketum IDI soal Vaksin Nusantara Terawan Masuk Jurnal Internasional

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Selasa, 30 Agu 2022 13:04 WIB
Ketua IDI dr. Adib Khumaidi, SpOT. saat rapat dengar pendapat di DPR RI
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Adib Khumaidi buka suara terkait vaksin COVID-19 dendritik besutan eks Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto yang dirilis dalam jurnal internasional. Benarkah artinya diakui dunia?

Menurutnya, dirilisnya laporan uji klinis dalam jurnal internasional merupakan salah satu langkah ilmiah. Pihaknya, dalam hal ini IDI, mengapresiasi proses tersebut.

Meski begitu, untuk kewenangan penggunaan vaksin COVID-19 dendritik Terawan disebutnya tetap berada di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI).

"Yang harus dipahami itu adalah pada saat kemudian ini mau dilaksanakan dalam suatu proses yang dilakukan kepada pasien maka harus ada pembuktian ilmiah evidence based, itu pertama, jadi jurnal menjadi salah satu bagian," terang dr Adib saat ditemui Gedung Dr R Soeharto, Kantor PB IDI, Jakarta Pusat, Selasa (30/9/2022).

"Artinya ini menjadi suatu bagian (langkah ilmiah) di situ, tapi kalau kita bicara kemudian apakah ini memiliki efikasi dan safety itu di-proses uji klinis, siapa yang mempunyai kewenangan, tetap kalau di Indonesia itu ya BPOM RI," sambung dia.

dr Adib menyoroti laporan jurnal internasional tidak lantas bisa membuat vaksin COVID-19 dendritik Terawan langsung bisa digunakan. Tetap ada uji klinis vaksin COVID-19 ketiga untuk menyimpulkan keamanan dan efikasi vaksin Nusantara tersebut.

"Apakah itu sudah melalui uji klinis tiga kita kembalikan lagi ke BPOM RI," tutur dia.

"Tapi ya tadi kalau dari kami, dari para pakar ini menjadi suatu proses uji klinis yang dilakukan tentunya kami harus appreciate karena sudah ada suatu proses ilmiah yang dilakukan," pungkas dr Adib.



Simak Video "Yang Perlu Diketahui soal Booster Kedua Vaksin Covid-19 untuk Lansia"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT