Waspada, Bahaya BPA Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

ADVERTISEMENT

Waspada, Bahaya BPA Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Yudistira Imandiar - detikHealth
Rabu, 31 Agu 2022 11:42 WIB
Ilustrasi BPA Free
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Bahaya senyawa Bisphenol A (BPA) yang bisa luruh dari kemasan plastik keras polikarbonat, menjadi perhatian berbagai pihak. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun sudah menyampaikan kekhawatiran mereka pada plastik kemasan berbahan BPA ini.

Sejumlah produk air kemasan Indonesia menggunakan kemasan pada galon polikarbonat, yang terbuat dari polimer plastik yang mengandung zat aditif BPA. BPA juga biasa digunakan dalam lapisan kaleng makanan untuk memperlambat korosi. Polikarbonat juga digunakan sebagai material berupa bahan atap dan penutup pagar.

Beberapa tahun lalu WHO mengundang 30 pakar dari Kanada, Eropa, dan Amerika Serikat dalam sebuah forum panel di Ottawa, Kanada membahas risiko yang ditimbulkan BPA. Para pakar menelusuri berbagai penelitian tentang dampak BPA terhadap kesehatan.

"Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa dalam kadar yang rendah sekalipun, BPA bisa memberikan efek negatif bagi kesehatan. Di antaranya dapat memicu kanker payudara, obesitas, pubertas dini, impotensi dan gangguan kesehatan lainnya," tulis WHO dalam laporannya.

Kanada adalah negara pertama yang menyatakan BPA sebagai senyawa beracun. Bila dibandingkan negara lain di Amerika dan Eropa, Kanada adalah yang paling serius memberi perhatian terhadap isu BPA. Sejak 2008, Kanada sudah melarang penggunaan senyawa BPA.

Di dalam negeri, Ikatan Dokter indonesia (IDI) dan sejumlah pakar serta periset utama juga telah mengeluarkan peringatan senada.

"BPA bisa menyerupai hormon estrogen. Sangat dicurigai dapat memicu kanker payudara," kata Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, Prof. Aru Wisaksono Sudoyo dikutip dalam keterangan tertulis, Rabu (31/8/2022).

Dokter spesialis anak sekaligus anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Irfan Dzakir Nugroho, Sp.A, M.Biomed menyampaikan paparan BPA dapat menimbulkan masalah pada anak.

"Program Toksikologi Nasional AS dalam laporan yang terbit pada 2008 menemukan adanya efek pada otak, perilaku, dan kelenjar prostat pada janin, bayi serta anak-anak akibat paparan BPA yang masuk melalui plasenta, ASI, pemberian susu botol, dan pemberian makanan atau minuman yang telah terkontaminasi BPA," papar dr. Irfan.

Ia menjabarkan sejumlah masalah yang dapat ditimbulkan paparan BPA pada kelompok usia anak-anak, di antaranya gangguan tumbuh kembang, perilaku depresif, ansietas, dan hiperaktif. Di samping memengaruhi perilaku emosional dan kekerasan pada anak, BPA juga bisa memengaruhi senyawa yang dihasilkan oleh otak seperti dopamine, serotonin, acetylcholine, dan hormon tiroid.

"Pada usia dewasa atau usia produktif, BPA bisa memengaruhi produktivitas, menyebabkan gangguan pada saat kehamilan dan persalinan, termasuk menyebabkan obesitas dan beberapa penyakit metabolik," ujar dr. Irfan.

(ads/ads)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT