Sempat Didesak Lockdown, Jokowi Ngaku Semadi di Awal COVID-19 Masuk RI

ADVERTISEMENT

Sempat Didesak Lockdown, Jokowi Ngaku Semadi di Awal COVID-19 Masuk RI

Vidya Pinandhita - detikHealth
Rabu, 07 Sep 2022 14:35 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) hadir sekaligus membuka acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Gedung Bank Mega, Jakarta Selatan, Rabu (7/9/2022).
Presiden RI Joko Widodo mengaku sempat semadi untuk menentukan lockdown di awal pandemi COVID-19. Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Presiden RI Joko Widodo mengaku sempat bersemadi di awal merebaknya COVID-19 di Indonesia. Saat itu, marak perdebatan terkait perlu atau tidaknya lockdown diterapkan di Indonesia. Mengingat, mayoritas orang menyuarakan pentingnya lockdown demi penanganan pandemi COVID-19.

Saat itu, Jokowi juga mempertimbangkan potensi efek lockdown terhadap ekonomi dan sosial-politik di Indonesia. Namun pada akhirnya, ia memutuskan untuk tidak memberlakukan lockdown demi mencegah terganggunya ekonomi Indonesia.

"Karena memang awal-awal hampir mungkin 70 negara semuanya melakukan lockdown. Di kabinet sendiri 80 persen mintanya lockdown. Survei juga rakyat minta lebih dari 80 persen minta lockdown," ujarnya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 'Normalisasi Kebijakan Menuju Pemulihan Ekonomi Indonesia' di Menara Bank Mega, Jakarta, Rabu (7/9/2022).

"Tapi saat itu sata semedi, saya endapkan betul apakah benar kita harus melakukan itu. Saat itu saya jawab, tidak usah lockdown," sambung Jokowi.

Lebih lanjut menurut Jokowi, Indonesia belajar amat banyak dari pengalaman pandemi COVID-19. Di antaranya, terkait penerapan konsolidasi yang ke depannya terus diperlukan untuk menghadapi goncangan pasca pandemi.

"Dari pandemi kita juga banyak belajar mengenai bagaimana menghadapi goncangan-goncangan. Belajar sangat banyak bagaimana mengkonsolidasi negara ini agar bisa bersama-sama semua dari pusat, kemudian provinsi, daerah, sampai RT dari ormas bergabung dengan TNI, Polri, masyarakat semuanya bergerak bersama-sama," bebernya.

Mengingat, Indonesia enggan menerapkan lockdown pada awal merebaknya COVID-19. Jokowi memilih untuk menerapkan pembatasan di sejumlah wilayah yang terpapar COVID-19. Pada awal pandemi, sempat diterapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang kemudian diubah menjadi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis level asesmen.



Simak Video "Seputar Virus Covid-19 yang Diyakini Buatan Manusia"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT