Vegan Pasti Kebal Stroke? Dokter Ungkap Faktanya

ADVERTISEMENT

Vegan Pasti Kebal Stroke? Dokter Ungkap Faktanya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Kamis, 08 Sep 2022 10:28 WIB
Vegan or vegatiran diet
Benarkah vegan bisa kebal dari stroke? Ini kata dokter. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Diet vegan identik dengan gaya hidup dan pola makan sehat karena banyak memprioritaskan asupan sayur. Namun begitu, tidak serta merta membuat seseorang kebal risiko stroke.

Ada dua jenis stroke yang dikenal yakni stroke sumbatan dan stroke perdarahan. Stroke perdarahan merupakan kondisi saat pasien mengalami pendarahan di dalam atau di sekitar otak, sehingga menyebabkan suplai darah ke bagian otak terputus hingga membunuh sel-sel di otak. Sedangkan stroke sumbatan terjadi ketika aliran darah ke otak tersumbat plak.

Stroke secara umum sering disebabkan riwayat hipertensi hingga kebiasaan dan gaya hidup tidak sehat, seperti asupan daging merah yang berlebihan. Lantas, apakah berarti diet vegan bisa membuat seseorang terbebas dari risiko tersebut?

Terkait anggapan ini, Ketua Departemen Bedah Saraf Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia RS Cipto Mangunkusumo (FKUI/RSCM) Dr dr Setyo Widi Nugroho SpBS(K) mengatakan bahwa tidak ada hubungan antara diet vegan dengan risiko stroke.

"Menurut pendapat saya tidak ada hubungan antara vegan dengan resiko stroke perdarahan otak," ungkap dr Widi kepada detikcom Kamis (8/9/2022).

Menurut dr Widi, stroke dipicu oleh banyak faktor, sedangkan stroke perdarahan lebih banyak dikaitkan dengan hipertensi. Terlebih jika kurang bergerak dan pola hidup yang kurang sehat.

Gejala stroke pendarahan otak yang paling awal sering muncul, meliputi:

  • Sakit kepala hebat
  • Muntah
  • Bila memberat, terjadi penurunan kesadaran
  • Kejang
  • Kelemahan anggota gerak
  • Kesulitan bicara sesuai lokasi perdarahan di otak

Meski begitu, dokter yang juga merupakan ketua divisi neurovaskular ini mengatakan padien stroke pendarahan otak ini masih bisa sembuh total. Tentunya dengan penanganan yang cepat dan baik.

"Tergantung lokasi dan luasnya perdarahan, bila bukan di daerah yang penting, misalnya bagian otak yang mengontrol gerak tubuh, pusat bicara, pusat penglihatan, atau di batang otak masih memungkinkan untuk sembuh total. Tentunya apabila penanganannya cepat dan baik," pungkasnya.



Simak Video "Enam Anak di Inggris Meninggal Dunia Akibat Infeksi Bakteri Strep A"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT