Dokter Ungkap Kemungkinan Sindrom Geriatri Picu Kematian Ratu Elizabeth II

ADVERTISEMENT

Dokter Ungkap Kemungkinan Sindrom Geriatri Picu Kematian Ratu Elizabeth II

Vidya Pinandhita - detikHealth
Selasa, 13 Sep 2022 10:00 WIB
ABERDEEN, SCOTLAND - SEPTEMBER 06: Queen Elizabeth II waits in the Drawing Room before receiving newly elected leader of the Conservative party Liz Truss at Balmoral Castle for an audience where she will be invited to become Prime Minister and form a new government on September 6, 2022 in Aberdeen, Scotland. The Queen broke with the tradition of meeting the new prime minister and Buckingham Palace, after needing to remain at Balmoral Castle due to mobility issues. (Photo by Jane Barlow - WPA Pool/Getty Images)
Potret Ratu Elizabeth II sempat mengalami memar keunguan pada tangan sebelum wafat. Foto: Jane Barlow - WPA Pool/Getty Images)
Jakarta -

Hingga kini, pihak Istana Buckingham tidak memberikan informasi terkait penyebab spesifik kematian Ratu Elizabeth II. Namun para dokter menduga, kematian Sang Ratu berkaitan dengan sindrom geriatri yang memicu penurunan kesehatan.

Secara resmi, keluarga kerajaan mengumumkan bahwa Ratu Elizabeth II meninggal dunia dalam damai di usianya ke-96 tahun. Ia meninggal dunia di Kastil Balmoral di Skotlandia. Beberapa jam sebelum kematiannya, sempat ada pernyataan dari Istana Buckingham bahwa dokter khawatir perihal kesehatan Ratu. Lebih lanjut, Ratu direkomendasikan untuk tetap di bawah pengawasan medis".

Menurut para dokter, Ratu kemungkinan akan menjadi 'kasus khas' pada indeks kasus keringkihan National Health Service (NHS) Inggris. Skala ini digunakan untuk melacak dan memantau gejala seperti peningkatan gangguan mobilitas, jatuh, dan penurunan berat badan pada orang berusia 65 tahun ke atas yang mungkin hidup dengan berbagai tingkat kelemahan.

"Bagaimana tubuh kita secara bertahap kehilangan cadangan bawaannya, membuat kita rentan terhadap perubahan kesehatan yang dramatis dan tiba-tiba yang dipicu oleh peristiwa yang tampaknya kecil seperti infeksi kecil atau perubahan dalam pengobatan atau lingkungan," terang pihak NHS, dikutip dari News, Selasa (13/9/2022).

Mengacu pada tes Prisma-7, Ratu telah memenuhi lima dari tujuh kriteria yang mengklasifikasikannya ke dalam kondisi lemah. Kriteria tersebut berupa usia di atas 85 tahun, memiliki masalah kesehatan berkelanjutan, membutuhkan bantuan rutin, telah dipaksa untuk membatalkan kegiatan, dan menggunakan tongkat.

Diduga Meninggal Dunia karena Sindrom Geriatri

Pakar kedokteran mengatakan, terdapat kemungkinan Ratu Elizabeth II meninggal dunia karena sindrom geriatri. Pada sindrom tersebut, terjadi campuran gejala, bukan hanya satu penyakit tertentu, sebagai penyebab kematian.

dr Ginni Mansberg mengatakan, terdapat juga kemungkinan Sang Ratu meninggal dunia karena stroke dan serangan jantung. Pasalnya, kedua penyakit tersebut juga menjadi pembunuh terbesar pada wanita, setelah demensia. Terlebih, ia menyoroti kondisi ratu yang harus mengurangi tugas pekerjaannya selama setahun terakhir.

"Dia (Ratu Elizabeth II) kehilangan berat badan, dia berjalan dengan tongkat," kata dr Ginni Mansberg dalam wawancara Weekend Sunrise, Minggu (11/9).

"Seiring bertambahnya usia, Anda semakin lemah, Anda tidak memiliki kekuatan otot yang banyak, Anda tidak memiliki banyak energi. Melakukan berbagai tugas yang harus dia lakukan akan melelahkan," sambungnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT