Dear Kemenkes, Kok Vaksin Booster Masih Rendah Meski Jadi Syarat Bepergian?

ADVERTISEMENT

Dear Kemenkes, Kok Vaksin Booster Masih Rendah Meski Jadi Syarat Bepergian?

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
Rabu, 14 Sep 2022 15:33 WIB
Tenaga kesehatan menerima Vaksinasi COVID-19 booster kedua di Gelanggang Remaja Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (1/8/2022). Vaksinasi booster kedua yang diadakan 1-5 Agustus tersebut diberikan untuk tenaga kesehatan dengan ketersediaan 150 dosis per hari.
Ilustrasi vaksin booster. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Pemerintah telah berupaya menggenjot cakupan vaksinasi booster dosis pertama atau dosis ketiga dengan memperketat syarat perjalanan. Menyesuaikan SE Satgas COVID-19 terkait kebijakan perjalanan di dalam dan luar negeri, vaksinasi booster menjadi syarat wajib perjalanan.

Namun, meski syarat perjalanan sudah diperketat, cakupan vaksinasi booster masih belum memenuhi target pemerintah yaitu sebesar 30 persen dari jumlah penduduk Indonesia.

Mengomentari hal ini, juru bicara Kementerian Kesehatan RI dr Mohammad Syahril mengaku ada sejumlah faktor yang membuat cakupan vaksinasi booster terlihat stagnan. Menurutnya masyarakat masih belum menganggap vaksinasi booster penting meskipun sudah ditetapkan menjadi syarat perjalanan.

"Nah itu strateginya satu, semua yang mau berpergian pakai booster," ujar Syahril ditemui detikcom, di Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (13/9/2022).

"Ya iya tapi dengan cara itu begitu kan salah satu upaya gitu ya. Kalau misalnya Indonesia ini kan, bukan hanya Indonesia sih negara-negara juga begitu, dia udah merasa ini udah ya tingkat kebutuhannya itu tidak tinggi," sambungnya.

Selain itu, menurutnya ada kendala pada sistem dalam memperbarui data terbaru vaksinasi booster.

"Satu minggu terakhir ini kan terjadi update-an data yang kurang bagus ya, betul nggak? Nah sehingga data pun begitu kan, makanya kayaknya ada beberapa hari yang nggak masuk gitu kan datanya. Itu yang memang kalau saya tanya memang lagi maintenance dari dalam sistem pendataan itu," jelas Syahril.

Syahril berharap bantuan dari lembaga dan badan-badan lain di pemerintahan untuk ikut membantu mencapai target vaksinasi booster pada masyarakat.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan RI, hingga Rabu (14/9) pukul 12.00 WIB, jumlah penduduk Indonesia yang sudah mendapatkan vaksinasi booster atau dosis ketiga sebanyak 62.091.264 orang atau 26,46 persen. Untuk dosis pertama telah mencakup 204.210.582 orang atau 87,02 persen dan dosis kedua telah mencakup 170.822.196 orang atau 72,79 persen.



Simak Video "Masyarakat Lansia Cipete Antusias Sambut Vaksinasi Booster Kedua"
[Gambas:Video 20detik]
(mfn/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT