IDI Sarankan Booster Kedua Saat COVID-19 Mulai Melandai, Lanjut Nggak Nih?

ADVERTISEMENT

IDI Sarankan Booster Kedua Saat COVID-19 Mulai Melandai, Lanjut Nggak Nih?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Kamis, 15 Sep 2022 15:31 WIB
Tenaga kesehatan menerima Vaksinasi COVID-19 booster kedua di Gelanggang Remaja Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (1/8/2022). Vaksinasi booster kedua yang diadakan 1-5 Agustus tersebut diberikan untuk tenaga kesehatan dengan ketersediaan 150 dosis per hari.
Ilustrasi vaksinasi COVID-19 booster kedua. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Sejauh ini, vaksin COVID-19 dosis keempat atau booster kedua di Indonesia hanya diperuntukkan tenaga kesehatan (nakes). Dengan pertimbangan, kelompok tersebut paling rentan terpapar virus Corona. Lantas, akankah warga non-nakes ikut suntik booster COVID-19 kedua?

Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sekaligus spesialis paru RS Persahabatan dr Erlina Burhan, SpP(K), menyebut kelompok selain nakes yang memerlukan booster kedua vaksin COVID-19 adalah orang-orang lanjut usia (lansia). Pasalnya, kelompok ini mengalami penurunan sistem imun seiring bertambah usia sehingga rentan mengalami perburukan kondisi akibat COVID-19.

"Berikutnya (kelompok yang membutuhkan vaksin COVID-19 booster kedua) adalah lansia. Kenapa lansia menjadi kelompok yang butuh? Karena lebih rentan. Orang semakin tua sistem imunnya semakin menurun. Bertambah usia, imunnya menurun," jelasnya dalam acara 'Pentingnya Vaksinasi Booster dalam Melindungi Masyarakat dari Akibat Serius Penyakit COVID-19 Termasuk Rawat Inap dan Kematian', Kamis (15/9/2022).

"Kedua, lansia memiliki banyak komorbid. Sudah mulai hipertensi, sudah mulai ada diabetes, dan lain-lain. Jadi orang tua banyak penyakitnya, banyak komorbidnya. Sistem imunnya turun, makanya harus dilindungi dengan booster kedua ini," sambung dr Erlina.

Booster Pertama Masih Bermasalah

Dalam kesempatan tersebut juga, dr Erlina menyoroti cakupan vaksinasi COVID-19 booster pertama di Indonesia yang masih rendah. Padahal, vaksinasi booster berperan penting menekan risiko gejala berat dan kematian imbas COVID-19. Terlebih mengingat, proteksi dari suntikan dosis primer menurun dalam hitungan bulan.

"Yang bermasalah adalah booster-nya. Saya sampaikan, (cakupan vaksinasi COVID-19 booster) hanya 26 persen. Padahal tadi dari awal kita bicara, booster ini bisa melindungi dari infeksi berat dan kematian," tegas dr Erlina.

"Varian ini (varian Corona BA.4 dan BA.5) sangat lihai untuk bisa menembus. Kalaupun terkonfirmasi dan sakit itu (jika sudah di-booster) ringan-ringan saja. Tidak berat dan tidak memerlukan perawatan rumah sakit. Makanya booster ini di seluruh dunia dikatakan ini penting. Di kita tantangannya cakupannya rendah," pungkasnya.



Simak Video "Yang Perlu Diketahui soal Booster Kedua Vaksin Covid-19 untuk Lansia"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT