Nggak Pernah Sakit, Apakah BPJS Kesehatan Bisa Dicairkan?

ADVERTISEMENT

Nggak Pernah Sakit, Apakah BPJS Kesehatan Bisa Dicairkan?

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Jumat, 16 Sep 2022 13:16 WIB
Mahkamah Agung (MA) membatalkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Keputusan pembatalan kenaikan iuran tersebut menuai beragam respon dari masyarakat.
Apakah BPJS Kesehatan Bisa Dicairkan? (Foto: Wisma Putra)
Jakarta -

Manfaat BPJS Kesehatan salah satunya untuk menjamin biaya kesehatan keluarga jika sakit. Tetapi bagaimana dengan mereka yang tak pernah sakit, apakah BPJS Kesehatan bisa dicairkan?

Berdasarkan keterangan yang diterima detikcom dari Pihak BPJS Kesehatan, peserta yang sudah membayar iuran kepesertaan tidak bisa mencairkan uang atau dana. Meskipun belum pernah digunakan atau klaim untuk layanan kesehatan di fasilitas kesehatan.

"Mohon maaf atas ketidaknyamanannya, untuk BPJS Kesehatan tidak ada program pencairan dana. Terima kasih," ucap pihak BPJS Kesehatan, Jumat (16/9/2022).

Meskipun tidak bisa dicairkan, peserta tetap harus rutin membayar iuran kepesertaan BPJS Kesehatan setiap bulan sekalipun belum pernah sakit atau menggunakan jaminan kesehatan dari asuransi negara ini. Adapun pembayaran iuran paling lambat setiap tanggal 10 setiap bulannya.

Begitu juga tidak ada denda keterlambatan pembayaran iuran yang terhitung mulai tanggal 1 Juli 2016. Denda akan dikenakan apabila dalam waktu 45 hari sejak status kepesertaan diaktifkan kembali, yang bersangkutan memperoleh pelayanan kesehatan rawat inap.

Berdasarkan Perpres No 64 Tahun 2020, besaran denda pelayanan sebesar 5 persen dari biaya diagnosa awal pelayanan kesehatan rawat inap dikalikan dengan jumlah bulan tertunggak dengan ketentuan: :

1. Jumlah bulan tertunggak paling banyak 12 (dua belas) bulan.

2. Besaran denda paling tinggi Rp30.000.000,00 (tiga puluh juta rupiah).

3. Bagi Peserta PPU pembayaran denda pelayanan ditanggung oleh pemberi kerja.

Iuran BPJS Kesehatan

Besaran iuran kepesertaan BPJS Kesehatan terbagi atas tiga kelas, yaitu:

  • Kelas 1 sebesar Rp 150 ribu per orang per bulan
  • Kelas 2 sebesar Rp 100 ribu per orang per bulan
  • Kelas 3 sebesar Rp 35 ribu per orang per bulan (dengan iuran yang dibayarkan pemerintah sebesar Rp 7.000 per orang per bulan).

Sedangkan bagi peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) jaminan kesehatan iuran dibayar oleh pemerintah.



Simak Video "Minta Tak Diskriminasi, BPJS Kesehatan Beberkan Inovasi Pelayanan Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT