ADVERTISEMENT

Jumat, 16 Sep 2022 13:50 WIB

Apa Itu Perdarahan Malam Pertama? Dialami Wanita Bogor Sampai Harus Tranfusi

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Kisah Viral Perdarahan Malam Pertama Sampai Harus Transfusi 2 Kantong Darah Foto: Tangkapan layar TikTok @nurulapryni104 (Atas izin yang bersangkutan)
Jakarta -

Apa itu perdarahan malam pertama? Dialami wanita di Bogor bernama Nurul Apriyanti, ia sampai harus melakukan transfusi darah. Melalui video TikTok pribadinya, ia mengaku kejadian tersebut membuatnya hampir trauma.

Kisahnya itu bermula saat ia selesai melaksanakan resepsi pernikahan pada 4 September 2022 dan melakukan malam pertama. Setelah selesai melakukan penetrasi, ia mengalami perdarahan. Awalnya dikira hanya robekan selaput dara, namun selang beberapa menit darah terus mengalir dan membuat wanita tersebut pingsan. Akhirnya Nurul dibawa ke rumah sakit dan harus melakukan transfusi darah.

"Banyak orang mengira tidak melakukan pemanasan tapi kami melakukan apa yang semestinya dilakukan, setelah penetrasi dilakukan miss v mengeluarkan darah," ucapnya kepada detikcom (15/9/2022).

Apa Itu Perdarahan Malam Pertama?

Dikutip dari National Health Service (NHS UK), beberapa wanita akan mengalami bercak darah setelah berhubungan seks untuk pertama kalinya. Namun ada juga wanita yang tidak mengalami hal tersebut. Kedua kondisi ini sangat normal dialami oleh setiap wanita.

Seorang wanita mungkin mengalami bercak darah ketika dia melakukan hubungan seks penetrasi untuk pertama kalinya karena selaput daranya meregang atau robek. Selaput dara adalah sepotong kulit tipis yang menutupi sebagian pintu masuk ke vagina.

Dokter spesialis Obstetri-Ginekologi dari RS Brawijaya Antasari, dr Dinda Derdameisya SpOG, juga menjelaskan hal serupa. Menurutnya, darah yang keluar saat malam pertama bisa terjadi karena adanya robekan hymen atau selaput dara.

"Kalau memang belum pernah berhubungan seksual dan baru pertama kali, itu berarti kan dia melewati pintu vagina yang biasanya terhalang dengan selaput dara atau hymen. Jadi pada saat penis menembus hymen tersebut, bisa menimbulkan bercak darah. Tapi nggak semua juga yang berdarah, jadi bisa jadi hymen itu robek dan berdarah," ucap dr Dinda kepada detikcom, Kamis (15/9).

Normal Atau Tidak Mengalami Perdarahan di Malam Pertama?

Menurut dr Dinda, perdarahan malam pertama masih tergolong normal jika darah yang keluar tidak terlalu banyak dan berhenti. Namun, jika darah yang keluar semakin banyak harus diperiksa segera mungkin ke dokter.

Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui terkait penyebabnya. Bisa saja disebabkan karena ada luka di vagina maupun di bawah mulut rahim.

"Yang masih normal itu ketika darahnya tidak banyak dan berhenti jadi besoknya sudah nggak berdarah lagi. Tapi kalo misalnya darahnya makin banyak, makin seperti haid tapi tidak haid, harus konsultasikan kepada dokter," jelasnya.

"Harus konsultasikan ke dokter takutnya ada luka di vagina atau di bawah mulut rahim yang sering kali pada saat berhubungan itu berdarah juga, itu namanya postcoital bleeding akibat laserasi vagina, biasanya laserasi di posterior portion cervix, itu juga perdarahan yang sering terjadi pada hubungan seksual yang cukup agresif," katanya.





Simak Video "WHO Bicara soal Potensi Penularan Cacar Monyet Lewat Transfusi Darah"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT