Angin Segar, Status Pandemi COVID-19 Diprediksi Dicabut Akhir Tahun

ADVERTISEMENT

Angin Segar, Status Pandemi COVID-19 Diprediksi Dicabut Akhir Tahun

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Minggu, 18 Sep 2022 06:01 WIB
Bangkok, Thailand - Mar 2020 : Crowd of unrecognizable business people wearing surgical mask for prevent coronavirus Outbreak in rush hour working day on March 18, 2020 at Bangkok transportation
Ilustrasi virus Corona. (Foto: Getty Images/Tzido)
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya menyebut akhir pandemi COVID-19 sudah di depan mata. Menurut ahli panel WHO terkait COVID-19 Dicky Budiman sangat mungkin status pandemi dicabut akhir tahun atau selambatnya awal tahun depan.

"Bahwa kalau saya ekspektasi estimasi optimistis akhir tahun ini paling cepat atau awal tahun depan bisa dicabut status pandeminya, dengan alasan bahwa kita melihat tren fektivitas atau manfaat dari vaksin ini sangat jelas dalam menurunkan keparahan maupun fatalitas kematian," katanya kepada detikcom, ditulis Minggu (18/9/2022).

"Kemudian meskipun tidak 100 persen, tapi ada lah pengurangan jumlah virus yang ditularkan dari orang yang terinfeksi tapi dia sudah divaksinasi apalagi dua dosis, tiga dosis," sambungnya.

Hal itulah yang menurutnya membuat tren kasus COVID-19 tak hanya membaik secara nasional, tetapi angka global konsisten menunjukkan penurunan. Dicky menyebut sebagian besar imunitas sudah terbentuk di publik.

Baik dari vaksinasi COVID-19 maupun infeksi alamiah, atau keduanya. Hal ini disebutnya bisa menjadi dasar pelonggaran aturan pembatasan bagi banyak negara, termasuk Indonesia.

Namun, bukan berarti situasi COVID-19 saat ini bebas risiko. Ia meminta kewaspadaan tinggi pada kelompok rawan seperti lansia hingga pengidap komorbid, disarankan untuk segera mendapatkan vaksinasi booster.

"Namun harus diketahui Indonesia punya kerawanan. Terutama kelompok rawan lansia komorbid, banyak yang belum mendapatkan booster, hal ini berbahaya karena varian atau subvarian baru itu efektif dan bisa membalikkan kondisinya ketika dia menginfeksi orang yang rawan dan bisa fatal, nah ini yang harus kita kejar," kata ahli epidemiologi dari Universitas Griffith Australia.

"Saya sepakat dengan Dirjen WHO ini seperti maraton seperti lomba siapa cepat nih, kita atau virus itu, karena kalau dibiarkan dia akan bisa melahirkan varian baru yg lebih merugikan dan bisa berdampak serius menurunkan antibodi," pesan dia.



Simak Video "WHO Tegaskan Pandemi Covid-19 Belum Berakhir"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT