Tak Lagi Akur, Pangeran William dan Harry Disarankan Terapi ke Psikolog

ADVERTISEMENT

Tak Lagi Akur, Pangeran William dan Harry Disarankan Terapi ke Psikolog

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Senin, 19 Sep 2022 09:32 WIB
LONDON, ENGLAND - JULY 01: Prince William, Duke of Cambridge (left) and Prince Harry, Duke of Sussex unveil a statue they commissioned of their mother Diana, Princess of Wales, in the Sunken Garden at Kensington Palace, on what would have been her 60th birthday on July 1, 2021 in London, England. Today would have been the 60th birthday of Princess Diana, who died in 1997. At a ceremony here today, her sons Prince William and Prince Harry, the Duke of Cambridge and the Duke of Sussex respectively, will unveil a statue in her memory. (Photo by Dominic Lipinski - WPA Pool/Getty Images)
Foto: Getty Images/WPA Pool
Jakarta -

Pemandangan langka Pangeran William dan Harry berjalan bersama-sama dengan para istri mereka mengejutkan publik. Pasalnya kedua kakak beradik itu dikabarkan tak lagi akur.

Keputusan Harry untuk meninggalkan kerajaan disebut-sebut menjadi salah satu pemicu kekisruhan hubungan mereka dalam beberapa tahun terakhir. Melihat hal ini, psikiater di National Health Services Inggris, Dr Max Pemberton, menyarankan keduanya melakukan sesi terapi di psikolog.

"Perselisihan dengan kerabat selalu rumit. Saya telah mengikuti banyak sesi terapi keluarga selama bertahun-tahun dan keretakan semacam ini selalu memiliki akar yang sangat dalam dan kompleks," katanya kepada Daily Mail.

"Bahkan dalam kasus di mana satu orang tampaknya jelas-jelas salah, tujuan dari terapi kelompok apa pun adalah untuk mencoba membantu semua orang memahami apa yang telah terjadi dan mencapai penyelesaian," sambungnya.

Meski mereka sudah terlihat hadir bersama-sama untuk menghormati sang nenek yang berpulang, Ratu Elizabeth II, namun Dr Max mengatakan butuh bicara hati ke hati untuk mencoba memahami rasa sakit satu sama lain.

"Istri dan ayah mereka mungkin diundang untuk hadir juga. Ini adalah satu-satunya cara untuk mengatasi masalah utama," ujarnya.

Harry sendiri telah berbicara tentang menjalani terapi, yang patut dipuji, tetapi terkadang ada risiko bahwa terlalu banyak introspeksi dapat menyebabkan mengasihani diri sendiri.

Sehingga untuk dapat move on, akan sangat baik untuk duduk bersama dan mencoba memahami yang terjadi di antara keduanya daripada berfokus pada perasaan satu orang.

"Terapi keluarga bukan tentang menyalahkan. Ini tentang mencoba membantu berbagai pihak memahami bagaimana situasi telah berkembang; ini adalah studi tentang pemahaman interpersonal yang mendalam dan empati," pungkasnya.



Simak Video "Anak-Cucu Ratu Elizabeth II Merapat ke Kastil Balmoral"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT