Viral Balita Idap Penyakit Langka, Sang Ibu Curhat Tak Bisa Dicover BPJS

ADVERTISEMENT

Viral Balita Idap Penyakit Langka, Sang Ibu Curhat Tak Bisa Dicover BPJS

Alethea Pricila - detikHealth
Selasa, 20 Sep 2022 16:32 WIB
Viral curhat ibu soal kondisi anak yang mengidap penyakit langka kawasaki, tak bisa dicover BPJS.
Foto: Tangkapan layar: SS Viral (atas izin yang bersangkutan)
Jakarta -

Viral balita asal Tangerang Selatan mengidap penyakit kawasaki. Melalui video TikTok yang diunggah @Ibuyumna, sang ibu membagikan cerita anaknya yang berusia 2 tahun 5 bulan saat mengidap penyakit langka tersebut. Kisah ini sudah ditonton sebanyak 3,7 juta pengguna TikTok.

Saat dimintai keterangan lebih lanjut, Elsa yang merupakan ibu dari Yumna menyebut awalnya sang anak mengalami demam selama lebih dari 3 hari. Ia kemudian membawa anaknya ke dokter dan diberikan antibiotik.

Setelah diberikan perawatan, kondisi membaik dan panasnya menurun. Namun beberapa hari kemudian, Yumna kembali demam dan lemas. Berbeda dengan sebelumnya, anak perempuan tersebut mengalami gejala lain seperti bibir pecah-pecah. Keesokan harinya dokter meminta untuk dilakukan check laboratorium.

"Esok harinya dokter visit dan meminta agar dilakukan check lab tambahan, rontgen dan rekam jantung karena dokter anak tersebut menduga anak saya terkena penyakit kawasaki (radang pembuluh darah). Jika hasilnya sudah keluar maka dokter menyarankan akan langsung dirujuk ke RS yang tersedia dokter spesialis jantung anak," ucapnya kepada detikcom Selasa (20/9/2022).

Hasil pemeriksaan menunjukkan Yumna positif terkena penyakit kawasaki. Sang ibu menyebut muncul gejala lain pada anaknya selain bibir memerah yaitu demam hingga ruam di badan.

"Kondisi perubahan fisik lain selain bibir memerah karena pecah pecah kemudian berdarah (menghitam karena darah kering dari bibir yang pecah-pecah tersebut) itu mata memerah, dan ruam merah di badan, serta panas," jelasnya.

Penyakit Tidak Ditanggung BPJS

Melalui video yang diunggahnya, diketahui penyakit kawasaki ini tidak ditanggung BPJS. Ketika dimintai informasi, Elsa membenarkan hal tersebut. Menurutnya, pihak rumah sakit dan dokter menyebut alasan tidak ditanggung BPJS karena termasuk penyakit langka.

"Kami sempat bertanya, namun tidak ada alasan spesifik dari pihak RS dan dokter karena penyakit ini masuk kategori penyakit langka," ucapnya.

"Kami menggunakan asuransi dari fasilitas kantor, dimana premi yang diberikan disesuaikan oleh kebijakan perusahaan. Sisa biaya yang kami tanggung merupakan bantuan pinjaman dana dari kerabat dan juga kantor. Untuk obat utama yang 14 Vial tersebut tidak bisa dibayar dengan mencicil. Kami harus bayar DP langsung 80 persen dari harga keseluruhan obat," lanjut Elsa.



Simak Video "Menakuti Bocah Pakai Suara 'Cekikikan' Hantu Bisa Timbulkan Trauma"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT