Awas Normalisasi Seks Bebas Imbas Latah 'Sleepover Date'

ADVERTISEMENT

Awas Normalisasi Seks Bebas Imbas Latah 'Sleepover Date'

Ayunda Septiani - detikHealth
Selasa, 20 Sep 2022 17:35 WIB
Jakarta -

Tren 'sleepover date' disepakati pakar berisiko mengaburkan seks bebas. Menurut psikolog klinis dan founder pusat konsultasi Anastasia and Associate, Anastasia Sari Dewi, istilah ini hanyalah bahasa halus dari hubungan yang berisiko.

"Sebenarnya saya melihatnya ini hanya diperhalus saja, jadi hubungan yang mau mengarahnya ke hubungan seks tapi diperhalus dengan istilah2 yang dengan bahasa inggris sehingga kesannya antara gaul, antara keren, tapi sebenarnya ya mengarahnya kesitu

"Jadi ini disayangkan sih menurut saya, dan saya sepakat bahwa mereka yang mengatakan ini mengaburkan hubungan seks bebas," katanya dalam sesi bincang program' e-Life detikcom, ditulis Selasa (20/9/2022).

Sari mengingatkan bukan tidak mungkin jika istilah tren 'sleepover date' kerap dibicarakan, beberapa kelompok terutama usia remaja memiliki rasa penasaran untuk melakukannya. Akibatnya, rasa penasaran itu bisa berakhir menjadi perilaku yang berisiko sebagai kebiasaan. Ia khawatir, kebiasaan ini akan berdampak pada karakter seseorang sehingga merugikan masa depan yang bersangkutan.

"Ini secara tidak langsung berpengaruh, kalau kita berhubungan dengan individu, kalau nggak tentang perilaku kalau dalam psikologi kita percaya bahwa yang pertama masuk menjadi informasi bisa menjadi perilaku, perilaku menjadi kebiasaan, kebiasaan menjadi karakter, ini akan berpengaruh pada masa depannya," ungkapnya.

"Katakanlah ini tentang sleepover date atau FWB, dia punya informasinya dulu, tapi ini jumlahnya banyak dimana-mana dibahas mulu, di tongkrongan dibahasnya itu, teman-temannya, dan mungkin becandaan TV di youtube dia sering denger, akhirnya penasaran, ini wajar khususnya di usia remaja, informasi ini bisa disalah gunakan menjadi perilaku, atau terus berulang. Ini menjadi kebiasaan hubungan tanpa komitmen," pesan dia.

(ayd/mjt)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT