ADVERTISEMENT

Selasa, 20 Sep 2022 22:19 WIB

Waspada Kanker Prostat! Kenali Gejala, Komplikasi dan Penanganannya

Sponsored - detikHealth
Shutterstock Foto: Shutterstock
Jakarta -

Prostat adalah kelenjar kecil berbentuk kenari pada pria yang menghasilkan cairan mani yang berfungsi untuk memelihara dan mengangkut sperma terletak di bawah kandung kemih. Selain pembesaran prostat yang bersifat jinak karena faktor usia, prostat juga dapat menjadi kanker yang bersifat ganas.

Kanker prostat adalah salah satu dari 5 kanker terbanyak pada pria. Awalnya, kanker prostat tumbuh perlahan dan terbatas pada kelenjar prostat serta tidak menyebabkan kerusakan serius. Pada tahap lanjut, penyakit ini dapat tumbuh agresif dan dapat menyebar dengan cepat ke organ sekitar maupun organ lain yang jauh dari asalnya.

Namun menurut Global Cancer Statistic, sebenarnya kanker ini dapat disembuhkan pada tahap awal, ketika masih terbatas pada kelenjar prostat. Karena terdeteksi sejak dini akan lebih mudah dalam penanganannya bahkan kemungkinan sembuh pun lebih tinggi.

Beberapa Gejala yang Akan Terlihat dari Penderita Kanker Prostat

Kanker prostat tidak menimbulkan gejala apapun pada tahap awal. Gejala baru akan timbul ketika prostat mulai membesar atau mengalami pembengkakan. Jika tahap ini terjadi, biasanya gejala yang terasa seperti:

  • Kesulitan buang air kecil
  • Penurunan pancaran aliran urin
  • Darah dalam urin
  • Darah dalam air mani
  • Nyeri tulang
  • Disfungsi ereksi
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas

Pada penderita stadium lanjut. penderita kanker prostat akan mengalami metastasis ke tulang. Akibatnya, kondisi ini menimbulkan rasa nyeri hebat pada tulang belakang, tulang panggul, atau pangkal paha.

Penyebab dan Faktor risiko Terjadinya Kanker Prostat

Secara umum, penyebab dari kanker prostat adalah perubahan genetik atau mutasi pada sel-sel yang berada di kelenjar prostat. Namun, penyebab terjadinya mutasi itu sendiri masih belum diketahui dengan pasti. Meski begitu, ada beberapa faktor yang diduga bisa meningkatkan risiko pria mengalami kanker prostat, yaitu:

  • Usia

Risiko Anda terkena kanker prostat meningkat seiring bertambahnya usia. Umumnya setelah usia 50 tahun.

  • Ras

Orang kulit hitam dan Afro Amerika memiliki risiko kanker prostat yang lebih besar daripada ras lain. Pada orang kulit hitam, kanker prostat juga cenderung lebih agresif.

  • Riwayat keluarga

Risiko meningkat pada keluarga sedarah, seperti orang tua, saudara kandung atau anak menderita kanker prostat.

  • Obesitas

Orang yang mengalami obesitas mungkin memiliki risiko kanker prostat yang lebih tinggi.

  • Merokok

Komplikasi dan Pengobatan yang Bisa Dilakukan Pada Kanker Prostat

Komplikasi kanker prostat dan perawatan yang bisa dilakukan tergantung pada tingkat keparahan pasien. Namun, beberapa kondisi yang biasanya jadi penanda komplikasi, antara lain adalah:

  • Retensi urin atau tidak bisa BAK / buang air kecil.
  • Kanker yang menyebar (bermetastasis).

Kanker prostat dapat menyebar ke organ terdekat, seperti vesikula seminalis, kandung kemih, kelenjar getah bening sekitar, atau melalui aliran darah / sistem limfatik ke tulang, liver, paru, dan otak.

  • Gangguan fungsi ginjal

Meski pada umumnya penyebab kanker termasuk kanker prostat belum diketahui penyebab pastinya. Namun kita perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kanker prostat dengan melakukan:

  • Deteksi dini / skrining kesehatan organ prostat dan saluran kemih.
  • Konsultasi dengan dokter Anda jika memiliki risiko kanker prostat yang sangat tinggi.

Pengobatan Kanker Prostat yang Bisa Dilakukan Sekarang

Biopsi Prostat

Biopsi adalah pemeriksaan baku emas / gold standar dalam menentukan keganasan prostat atau organ lainnya. Prosedur biopsi prostat adalah tindakan pengambilan sampel jaringan dari kelenjar prostat untuk memastikan ada tidaknya keganasan.

Biopsi prostat dilakukan oleh dokter spesialis urologi. Prosedur ini sebaiknya dilakukan di ruang operasi rumah sakit untuk mengurangi rasa nyeri pasien dan mencegah komplikasi. Prosedur biopsi dapat dilakukan one day care, berarti pasien diizinkan pulang pada hari yang sama setelah pulih dari efek anestesi.

Seorang pria perlu tindakan biopsi kelenjar prostat bila:

  • Kadar PSA tinggi yang ditemukan pada saat pemeriksaan lab (deteksi dini)
  • Pemeriksaan fisik DRE (digital rectal examination) yang dilakukan dokter abnormal
  • Kelainan pada hasil MRI dan skor PIRADS lebih dari sama dengan 3
  • Pemeriksaan biopsi sebelumnya negatif namun riwayat kadar PSA meningkat secara persisten

Metode yang Dilakukan

  1. Metode biopsi konvensional, yaitu metode yang menggunakan panduan USG transrectal (TRUS).
  2. Metode "Robot Targeted MRI-US Fusion Biopsy" atau biopsy prostat robotik (mohon dilengkapi dengan gambar) yaitu metode pengambilan sampel lesi target pada jaringan prostat secara minimal invasif. Metode ini memiliki akurasi yang lebih tinggi dalam mendeteksi kanker prostat karena menggunakan teknologi terkini yaitu robot. Selain itu, metode tersebut mengkombinasikan pencitraan MRI dan Ultrasonografi / USG secara bersamaan sehingga dapat meminimalisir risiko kegagalan, pemeriksaan biopsi berulang, nyeri, dan infeksi.

Prosedur Biopsi Prostat Robotik

  1. Pasien melakukan konsultasi dan pemeriksaan fisik dengan dokter spesialis urologi.
  2. Pemeriksaan MRI untuk menentukan lokasi lesi yang dicurigai keganasan.

Laparoskopi 3d/4K

Pada bidang urologi atau yang berkaitan dengan saluran kemih, laparoskopi juga bisa dilakukan untuk operasi kista, rekonstruksi saluran kencing serta terutama operasi kanker pada ginjal, prostat dan kandung kemih.

"Pada kanker prostat dan ginjal yang cukup tinggi kejadiannya di Indonesia, kami berpengalaman melakukan operasi minimal invasif dengan laparoskopi 3D/4K. Studi untuk kasus-kasus bedah urologi memang sudah membuktikan bahwa semakin advanced alat laparoskopinya, contohnya 2D versus 3D, maka outcome klinis untuk pasiennya juga lebih baik. Pada kasus pengangkatan kelenjar prostat menggunakan laparoskopi yang 3D, waktu operasinya lebih singkat dan kehilangan darahnya juga lebih sedikit. Pasiennya juga lebih cepat pulih kemampuan BAK-nya.", ujar Dokter Syamsu Hudaya, Sp.U (K) Spesialis Urologi Konsultan Onkologi di Mayapada Hospital Jakarta Selatan.

Saat ini, Mayapada Hospital telah menggunakan Laparoskopi dengan teknologi terbaru yaitu 3-dimensi dengan ketajaman 4K (ultra HD). Ditunjang dengan keahlian dokter spesialis yang berpengalaman di bidangnya masing-masing, serta dilengkapi dengan alat yang canggih, pasien diharapkan akan mendapatkan manfaat dan penanganan yang terbaik di Mayapada Hospital.

Tahir Uro-nephrology Center dan Oncology Center Mayapada Hospital menyediakan layanan komprehensif dalam penanganan keganasan prostat, ginjal, dan saluran kemih serta kanker lainnya, dengan peralatan terkini serta kolaborasi multi-spesialisasi dokter, mulai dari deteksi dini, diagnosis, terapi tindakan bedah, kemoterapi, imunoterapi dan radioterapi, hingga rehabilitasi medis saat proses penyembuhan. Jika saat ini Anda merasa sedang mengalami beberapa gejala yang tadi sudah disebutkan di atas. Diharapkan segera melakukan konsultasi dengan dokter untuk bisa mendeteksi dini, serta mendapat penanganan langsung secara tepat.

Adapun Tahir uro-nephrology Center Mayapada Hospital didukung oleh tim dokter yang berkompetensi dan profesional di bidangnya :

  • Unit Mayapada Hospital Jakarta Selatan

dr. Syamsu Hudaya, Sp.U ( K ), dr. Akbari Wahyudi Kusumah SpU, dan dr. Firdianto Sp U

  • Unit Mayapada Hospital Kuningan

dr. Dyandra Parikesit, BMedSc, Sp.U, FICS, dr. Robertus Bebet Prasetyo, Sp.U, dr. Fatan Abshari, Sp.U,

  • Unit Mayapada Hospital Surabaya

dr. Satrya Husada, Sp.U, dr. Prasastha Dedika Utama, Sp.U, dr. Aditya Pramanta, Sp.U

Untuk itu, pasien bisa segera mendatangi Rumah Sakit Mayapada terdekat atau mengunjungi web resmi Rumah Sakit Mayapada di sini untuk bisa sesi konsultasi dengan dokter terkait demi informasi yang lebih valid.

(Content Promotion/Mayapada)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT