ADVERTISEMENT

Rabu, 21 Sep 2022 11:41 WIB

Alter Ego Viral di Medsos, Samakah dengan Kepribadian Ganda?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
BERLIN, GERMANY - SEPTEMBER 19:  A shopper ltries out the new Apple iPhone 6 at the Apple Store on the first day of sales of the new phone in Germany on September 19, 2014 in Berlin, Germany. Hundreds of people had waited in a line that went around the block through the night in order to be among the first people to buy the new smartphone, which comes in two versions: the Apple iPhone 6 and the somewhat larger Apple iPhone 6 Plus.  (Photo by Sean Gallup/Getty Images) Foto ilustrasi: GettyImages
Jakarta -

Media sosial dihebohkan dengan istilah alter ego. Alter ego adalah sebuah identitas atau karakter yang merupakan bentukan dari seseorang dalam dirinya secara sadar.

Dikutip dari Life Persona, konsep mengenai kepribadian lain ini didokumentasikan Anton Mesmer sejak 1730 melalui sebuah eksperimen ia menilai bagaimana kepribadian seseorang dalam keadaan sadar dan ketika keadaan terhipnotis.

Sementara itu istilah alter ego baru muncul pada abad ke-19 yang diciptakan ketika gangguan identitas disosiatif (DID) pertama kali muncul yang kini lebih dikenal sebagai kepribadian ganda. Namun penting diingat bahwa alter ego dan gangguan kepribadian adalah hal yang berbeda.

Orang yang memiliki alter ego tidak berarti mereka menderita gangguan kepribadian ganda. Alter ego seringnya disadari secara penuh oleh individu dan bisa dikendalikan bahkan dibuat sesuai dengan keinginan diri sendiri, sementara kepribadian ganda tidak.

BACA JUGA

"Kalau alter ego kan seseorang sadar dalam menciptakan identitasnya, kalau kepribadian ganda saat salah satu personaliti mengambil alih, dirinya nggak sadar. Tapi masih belum pasti juga apakah alter ego ini termasuk gangguan atau tidak," kata psikolog klinis Veronica Adesla dari Ohana Space kepada detikcom.

Terkait kepribadian ganda atau DID, Mayo Clinic mendefinisikannya sebagai gangguan mental yang melibatkan pemutusan dan kurangnya kontinuitas antara pikiran, ingatan, lingkungan, tindakan dan identitas seseorang.

Mereka yang memiliki kepribadian ganda memiliki dua atau lebih kepribadian di dalam dirinya yang satu sama lain berbeda atau bahkan bisa bertolak belakang. Gangguan identitas disosiatif ditandai dengan adanya dua atau lebih identitas kepribadian yang berbeda. Masing-masing mungkin memiliki nama, sejarah dan karakteristik pribadi yang unik.

BACA JUGA



Simak Video "Kok Kamu Klepto Sih?"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/vyp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT