ADVERTISEMENT

Rabu, 21 Sep 2022 13:00 WIB

Warga +62 Siap-siap! Wamenkes Bicara Akhir Pandemi COVID di RI

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
Menkes Budi Gunadi Sadikin dan Wamenkes Dante Saksono Harbuwono memimpin rapat koordinasi pimpinan di Kemenkes RI. Wamenkes Dante Saksono Harbuwono. Foto: Sehat Negeriku
Jakarta -

Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono, berbicara soal kondisi pandemi di Indonesia. Wamenkes Dante menegaskan Indonesia masih belum memiliki rencana menetapkan bahwa pandemi sudah berakhir.

"Belum ada (rencana penetapan akhir pandemi). Kita masih terus melakukan evaluasi. Karena walaupun bagaimanapun kasusnya tetap ada," ucap Dante di Gedung MPR/DPR RI, Selasa (20/9/2022).

Sebelumnya, di Amerika Serikat, Presiden Joe Biden telah mendeklarasikan akhir pandemi di negaranya. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mengatakan bahwa akhir pandemi sudah di depan mata.

"Kita Masih Terus memantau perkembangannya, kasus-kasus yang ada di kita masih 2000-an nih sekarang nih, masih kita pantau terus. Maka protokol-protokol kesehatan masih terus kita jalankan terus, kewaspadaan tetap masih kita lakukan, dan kita akan memantau salah satunya referensinya adalah WHO," beber Dante.

"Sehingga kita bisa melakukan penetapan yang paling pas untuk negara kita walaupun negara lain sudah melakukan hal yang lainnya," sambungnya.

Menurut Dante, selain jumlah kasus yang masih di angka 2000-an, ia juga menyoroti kasus COVID-19 di sekolah yang masih terus terjadi.

"Tetap ada, tetap, terutama pada anak-anak sekarang kan anak sekolah banyak tuh yang terkena itu juga jadi salah satu perhatian kita," kata Dante.

Terakhir, menurutnya angka vaksinasi booster di Indonesia masih belum mencapai target. Hal ini masih menjadi salah satu alasan pemerintah belum percaya diri mengubah status pandemi di Indonesia.

"Kita belum punya confident untuk melepaskan pandemi menjadi endemi. Jadi kalau kita sudah, kita belum punya apa, capaian yang bagus ya kita jangan melepas dulu pandemi jadi endemi," pungkasnya.



Simak Video "Kemenkes Akan Musnahkan 40,2 Juta Vaksin Covid-19 Kedaluwarsa"
[Gambas:Video 20detik]
(mfn/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT