ADVERTISEMENT

Rabu, 21 Sep 2022 21:08 WIB

Suspek di Tasikmalaya Negatif Cacar Monyet, Ternyata Ini Penyakitnya

Vidya Pinandhita - detikHealth
Cacar Monyet Masuk Indonesia dan 5 Hal yang Perlu Diketahui Ilustrasi cacar monyet (Foto: Getty Images/iStockphoto/atakan)
Jakarta -

Beberapa waktu lalu, Kementerian Kesehatan RI mengumumkan terdapat satu suspek pasien cacar monyet di Tasikmalaya. Suspek tersebut sempat menjalani isolasi imbas mengalami sederet gejala serupa cacar monyet, kemudian terbukti negatif cacar monyet. Jadi sakit apa?

"Kasusnya (suspek cacar monyet di Tasikmalaya) discarded, artinya tidak ditemukan infeksi virus monkeypox. PCR-nya negatif. Ya betul (dia cacar biasa)," ujar Ketua Satgas Monkeypox (cacar monyet) PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Hanny Nilasari, SpKK dalam konferensi pers virtual, Rabu (20/9/2022).

dr Hanny menambahkan, pada kebanyakan kasus suspek cacar monyet yang berujung discarded di Indonesia, diagnosis akhirnya merupakan penyakit cacar air (varisela). Banyak juga ditemukan, orang yang sempat menjadi suspek cacar monyet rupanya mengalami infeksi kulit biasa.

"Kalau dilihat dari data Kementerian Kesehatan, memang yang pertama teridentifikasi laporannya itu kasus discarded-nya banyak sekali dari kasus yang terdiagnosis sebagai cacar air atau varicella," ujarnya.

"Kemudian yang kedua adalah kasus infeksi kulit lainnya. Misalnya herpes zoster, stephen johnson, herpes simplex, dan kemudian juga campak, kemudian FMD, banyak sekali kasus-kasus yang memang di luar dari infeksi cacar monyet ini," sambung dr Hanny.

Terakhir dr Hanny menegaskan, penting untuk dokter melakukan identifikasi secara jelas terhadap orang dengan gejala seperti cacar monyet. Pasalnya, gejala ruam pada cacar monyet umumnya berkembang dari bentuk ruam, menjadi benjolan, kemudian menjadi lenting.

"Harus ditanyakan apakah ruam akutnya ada perjalanannya. Mulai dari ruam merah, kemudian benjolan, kemudian diikuti oleh lenting dalam waktu yang relatif cepat. Kemudian jangan lupa juga misalnya ada lesi atau kasus, kelainan kulit di area wajah itu tentunya harus dilakukan pemeriksaan di pembesaran kelenjar getah bening di area leher kemudian di sekitar dagu bagian bawah," jelasnya.

"Jadi dengan melakukan identifikasi secara jelas, secara baik, kemudian secara tepat ,tentunya kita bisa menyingkirkan diagnosis yang lain," pungkas dr Hanny.



Simak Video "Ada 17 Suspek Cacar Monyet di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT