ADVERTISEMENT

Kamis, 22 Sep 2022 15:30 WIB

dr Boyke Sebut Guru SMA Cek CD Buktikan Siswi Lagi Haid Pelecehan Seks!

Vidya Pinandhita - detikHealth
ilustrasi pelecehan seksual Tanggapan tegas pakar seks dr Boyke perihal heboh isu siswi di SMA Bogor diperiksa celana dalamnya gegara bolos ibadah beralasan sedang haid. Foto: dok. detikcom
Jakarta -

Kini heboh isu guru di SMAN 1 Dramaga Kabupaten Bogor melakukan pemeriksaan kepada siswi-siswi yang bolos aktivitas ibadah dengan alasan sedang menstruasi. Dikabarkan, pemeriksaan tersebut dilakukan dengan cara membuka celana dalam dan meraba rok siswi untuk memastikan ada pembalut.

Juru Bicara SMA Negeri I Dramaga, Baitul Harahap, menyebut setiap Jumat pihak sekolah menggelar salat Duha berjemaah. Kepada siswi-siswi yang membolos ibadah dengan alasan sedang haid, pihak sekolah melakukan pemeriksaan dengan cara menanyakan masing-masing siswi dan meminta antar siswi memegang rok satu sama lain.

"Jadi hanya menanyakan begitu aja, 'kamu datang bulan?'. Terus ada juga anak-anak ditanya ibu gurunya, 'kamu sudah selesai datang bulannya, cuma belum mandi wajib' juga dipisahkan lagi," ujar Baitul saat dihubungi, dikutip dari detikNews, Kamis (22/9/2022). .

"Ibu gurunya juga menyampaikan, 'mohon maaf ke kalian, apa kalian misalkan mau menerima seperti begini', istilahnya orang Sunda dicabak (dipegang) sedikit aja, 'oh memang ada pembalut', seperti itu. Jadi di belakang roknya itu kan, kalau dicabak ada pembalut, 'oh benar, sedang datang bulan'," sambungnya.

dr Boyke: Itu Pelecehan Seksual!

Pakar seks dr Boyke Dian Nugraha, SpOG menegaskan, satu-satunya cara untuk membuktikan seorang perempuan sedang menstruasi adalah dengan melihat darah pada pembalut yang digunakan. Tindakan mengecek celana dalam dan melihat organ intim dan meraba-raba rok bukanlah cara tepat untuk melakukan pemeriksaan, melainkan merupakan pelecehan seksual.

"Tidak pantas dia melihat organ-organ, biarpun itu guru seorang wanita membuka roknya kemudian diangkat (atau) disingkap itu juga nggak pantas. Kalau memang mau membuktikan, salah satunya tidak langsung ke sana, melainkan menggunakan pembalut. Pembalutnya dikasih, tapi setelah itu ya disuruh ganti pembalutnya," ujarnya pada detikcom, Kamis (22/9).

"Nggak benar itu (dipegang roknya), itu disebut dengan pelecehan seksual," tegas dr Boyke lebih lanjut.

Selanjutnya
Halaman
1 2

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT