Sering Nyeri Hebat Saat Haid? Hati-hati Endometriosis!

ADVERTISEMENT

Sering Nyeri Hebat Saat Haid? Hati-hati Endometriosis!

Sponsored - detikHealth
Senin, 26 Sep 2022 18:27 WIB
Ilustrasi Sakit Perut atau Kram
Foto: Shutterstock/
Jakarta -

Ladies, siapa sih yang sering mengalami nyeri saat haid? Semua wanita yang sudah haid setidaknya pernah mengalami nyeri atau kram perut saat datang bulan. Secara umum, hal ini sebetulnya wajar karena saat haid dinding dalam rahim sedang meluruh.

Namun, Anda perlu khawatir jika nyeri sudah terasa terlalu sakit hingga mengganggu aktivitas dan sampai membutuhkan obat pereda nyeri. Pasalnya, kondisi tersebut bisa menjadi tanda-tanda penyakit organ reproduksi atau penyakit kandungan yang disebut endometriosis.

Apa Itu Endometriosis?

Endometrium adalah lapisan dalam rahim Anda. Ketika wanita sedang datang bulan, jaringan ini akan luruh selama periode menstruasi. Lapisan-lapisan tersebut akan lepas dari dinding rahim dan keluar melalui vagina. Proses inilah yang kerap membuat para wanita mengalami nyeri pada perut yang tak biasa.

"Endometriosis adalah suatu kondisi di mana jaringan yang mirip dengan lapisan dinding dalam rahim tumbuh di bagian lain dari tubuh Anda. Ketika jaringan ini tumbuh di organ-organ lain seperti di indung telur, usus, kandung kemih dan saluran kencing, atau bahkan di dada, dapat menyebabkan gejala yang mempengaruhi kualitas hidup pasien. Endometriosis biasanya terlihat seperti bercak-bercak kemerahan yang menempel di organ lain di luar rahim," kata Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dari Mayapada Hospital Tangerang, dr Pojianto, Sp.OG dalam keterangan tertulis.

"Jaringan ini sensitif terhadap hormon dan dapat meradang selama siklus menstruasi. Endometriosis dapat menyebabkan kista di ovarium, bercak di permukaan organ dan juga bisa menempel lebih dalam (deep infiltrated), perlengketan dengan organ lain, dan menyebabkan jaringan parut di dalam tubuh. Endometriosis juga sering menjadi penyebab infertilitas atau sulit hamil pada wanita," katanya.

Gejala Endometriosis yang Perlu Diwaspadai Wanita

Ada banyak gejala yang berhubungan dengan endometriosis. Gejala utamanya adalah rasa sakit atau nyeri yang biasanya dirasakan di perut, daerah panggul, dan punggung bagian bawah. Meskipun endometriosis adalah kondisi umum, tidak semua orang akan mengalami gejala.

"Kadang-kadang, seorang pasien wanita dapat menderita endometriosis tanpa gejala dan tidak diketahui sampai ditemukan saat pemeriksaan lain atau saat dilakukan pemeriksaan infertilitas/sulit hamil. Ternyata mengalami endometriosis, tetapi masih stadium awal. Penyakit ini, 60-80% merupakan penyebab sulit hamil pada wanita sehingga perlu penanganan yang tepat," ungkap Dokter Kebidanan dan Kandungan dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr Setyo Hermanto, Sp.OG.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan jika beberapa gejala endometriosis lainnya bisa terlihat ketika perempuan mengalami hal berikut.

  • Nyeri haid yang hebat
  • Nyeri perut atau nyeri punggung selama haid atau di antara siklus haid
  • Nyeri saat berhubungan seksual
  • Pendarahan hebat selama haid atau bercak-bercak (pendarahan ringan, spotting) di antara siklus haid
  • Nyeri saat buang air besar
  • Infertilitas atau sulit hamil

Penanganan Jika Mengalami Gejala Endometriosis

Dokter Kebidanan dan Kandungan Sub Spesialis Fertilitas dan Hormon Reproduksi dari Mayapada Hospital Kuningan, dr Caroline Tirtajasa, Sp.OG KFER menjelaskan endometriosis adalah penyakit yang sangat mengganggu kualitas hidup, menyebabkan nyeri berkepanjangan, gangguan siklus haid, dan bisa menyebabkan infertilitas sehingga wanita akan sulit hamil.

"Dan harus diketahui, bahwa endometriosis ini bisa dialami oleh wanita mulai dari usia remaja sampai yang sudah menopause. Jadi penting sekali untuk segera check-up ke dokter apabila merasakan gejala," katanya.

"Dokter nanti akan melakukan pemeriksaan kandungan dan USG transvaginal yang tentunya tidak sakit ya, mungkin hanya tidak nyaman, sehingga pasien tidak perlu khawatir atau takut. Setelah benar terdiagnosis endometriosis, terapinya bisa dengan obat hormonal dan pada beberapa kasus harus dilakukan operasi atau pembedahan," lanjutnya.

dr.Caroline lebih lanjut menjelaskan untuk pasien yang takut operasi, sekarang bisa dilakukan dengan teknik laparoskopi (minimal invasive). Laparoskopi menggunakan bantuan laparoskop, batang teleskopik tipis dengan kamera di ujungnya, untuk melihat ke dalam rongga perut dan panggul tanpa membukanya sepenuhnya.

"Operasi laparoskopi hanya membutuhkan sayatan kecil yang biasanya berukuran 0.5cm-1cm. Keuntungannya, pasien merasakan nyeri yang lebih minimal setelah operasi, pulih lebih cepat, dan bisa kembali ke aktivitas normal dengan lebih cepat juga," katanya.

Saat ini, Mayapada Hospital Obstetrics and Gynecology Center menawarkan pelayanan komprehensif untuk wanita di segala usia, mulai dari kesehatan reproduksi, kehamilan risiko tinggi, persalinan, gangguan hormon dan fertilitas, tumor dan kanker kandungan, pilihan tindakan bedah, hingga perawatan menopause. Jadi, untuk para wanita yang kerap merasakan beberapa gejala yang sudah disebut di atas, jangan ragu untuk segera mendatangi langsung Rumah Sakit Mayapada terdekat untuk memeriksakan kondisi diri.

Pastikan apakah gejala yang dirasakan benar mengarah ke endometriosis atau tidak. Sebab, semakin cepat terdiagnosis maka semakin cepat pula bisa ditangani dengan baik oleh dokter ahli. Selain mendatangi Rumah Sakit Mayapada langsung, Anda juga bisa melakukan sesi konsultasi secara online dengan dokter-dokter ahli di Rumah Sakit Mayapada di sini terkait informasi dan langkah selanjutnya yang perlu dilakukan atau kondisi yang sedang dialami.

(Content Promotion/Mayapada Hospital)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT