Bos Pfizer Kena COVID-19 Lagi Setelah Vaksin 4 Kali, Begini Kondisinya

ADVERTISEMENT

Bos Pfizer Kena COVID-19 Lagi Setelah Vaksin 4 Kali, Begini Kondisinya

Vidya Pinandhita - detikHealth
Selasa, 27 Sep 2022 05:45 WIB
FILE - In this Nov. 9, 2020, file photo, a general view of Pfizer Manufacturing Belgium in Puurs, Belgium. Pfizer and BioNTech say theyve won permission Wednesday, Dec. 2, 2020, for emergency use of their COVID-19 vaccine in Britain, the world’s first coronavirus shot that’s backed by rigorous science -- and a major step toward eventually ending the pandemic.(AP Photo/Virginia Mayo, File)
CEO Pfizer positif COVID-19 untuk kedua kalinya. Foto: AP/Virginia Mayo
Jakarta -

CEO Pfizer yakni salah satu vaksin COVID-19, Albert Bourla, terkena COVID-19 untuk kedua kalinya. Diketahui, ia telah menerima empat dosis vaksin COVID-19 yang dikembangkan Pfizer bersama mitra Jermannya BioNTech.

"Saya merasa baik dan tidak ada gejala," ungkap Bourla dalam pernyataannya. Ia melaporkan dirinya kembali positif COVID-19 pada Sabtu (24/9/2022).

Sebelumnya pada Agustus, Borula yang kini berusia 60 tahun tersebut juga dinyatakan positif COVID-19. Saat itu, ia menggunakan pengobatan antivirus oral COVID-19 dari perusahaannya, yakni Paxlovid. Diketahui, obat tersebut merupakan antivirus yang diperuntukkan orang-orang berisiko tinggi, termasuk pasien COVID-19 lansia.

"Saya yakin bahwa saya akan memiliki pemulihan yang cepat," kata Bourla dalam sebuah pernyataan, saat terkena COVID-19 untuk pertama kali.

Sudah Disuntik Booster Vaksin COVID-19 Kedua

Bourla telah menerima empat dosis vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh Pfizer dan mitra Jermannya BioNTech. Namun ia belum menerima booster vaksin COVID-19 bivalen baru yang dikembangkan oleh Moderna dan tim Pfizer dan BioNTech, bertujuan mengatasi subvarian Omicron BA.4 dan BA.5.

"Saya belum menerima dosis vaksin COVID-19 booster bivalen baru karena saya mengikuti pedoman Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) (sehingga saya) menunggu tiga bulan sejak terinfeksi COVID-19 sebelumnya pada pertengahan Agustus," beber Bourla.

Mengingat pada Agustus, Badan Pengawasan Obat dan Makanan AS (FDA) memberikan izin atas suntikan booster terbaru dari Pfizer dan Moderna, secara spesifik menargetkan subvarian Omikron BA.4 dan BA.5 yang kini mendominasi.



Simak Video "Yang Perlu Diketahui soal Booster Kedua Vaksin Covid-19 untuk Lansia"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT