12 Tahun Jalani Cuci Darah, Syaiful Lega Biaya Ditanggung JKN

ADVERTISEMENT

12 Tahun Jalani Cuci Darah, Syaiful Lega Biaya Ditanggung JKN

Jihaan Khoirunnisa - detikHealth
Selasa, 27 Sep 2022 18:34 WIB
BPJS Kesehatan
Foto: Dok. BPJS Kesehatan
Jakarta -

Cuci darah memberikan kesempatan bagi penderita gagal ginjal untuk tetap bisa menjalani aktivitas sehari-hari dengan normal. Saiful Anwar salah satunya.

Sudah 12 tahun ia menjalani cuci darah, usai didiagnosa mengidap penyakit gagal ginjal kronis. Diakui Saiful kondisi tersebut sempat membuatnya depresi. Bagaimana tidak, seperti jatuh tertimpa tangga, ia sakit sekaligus dikeluarkan dari tempat bekerja.

"Jelas bingung, tidak tahu harus mendapatkan biaya dari mana. Padahal untuk sekali cuci darah baik pemeriksaan maupun tindakan butuh biaya cukup banyak," ucap Saiful dalam keterangan tertulis, Selasa (27/9/2022).

Lebih lanjut dia pun menceritakan awal mula menjalani tindakan hemodialisis atau cuci darah di RS Telogorejo Semarang. Kala itu di tempat tinggalnya belum ada rumah sakit yang melayani hemodialisis.

Dikatakan Saiful biaya untuk cuci darah tidak sedikit. Bahkan untuk sekali tindakan ia harus membayar hingga Rp 1,5 juta menggunakan uang pribadi. Namun, hal tersebut harus dilakukan demi bisa bertahan hidup.

Namun, ia mengakui beruntung karena pada tahun 2014 pemerintah menghadirkan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang bisa menjamin biaya cuci darah. Hadirnya program tersebut tentu bisa meringankan biayanya yang harus rutin melakukan cuci darah.

"Saya sangat terbantu dengan kehadiran Program JKN karena biaya cuci darah saya terjamin. Badan saya rasanya mudah capek, mual, kram dan tidak nafsu makan kalau ingat jadwal cuci darah, apalagi ditambah memikirkan biayanya. Rasanya semakin tidak nyaman kondisi saya waktu itu, sampai depresi," katanya.


Sejak terdaftar sebagai peserta JKN, ia rutin menjalani cuci darah di RS Roemani Muhammadiyah Semarang. Menurutnya, tenaga medis dari dokter, perawat, petugas pendaftaran memberikan pelayanan yang baik. Selain itu, untuk lebih memahami kondisi khusus yang ia miliki, Saiful pun giat mengikuti seminar mengenai gagal ginjal. Dari seminar tersebut, ia juga mendapatkan motivasi untuk bangkit dari para penyintas gagal ginjal lainnya.

Selama menjalani proses cuci darah yang ia jalani dua kali seminggu, Saiful juga menceritakan perjuangannya dalam tulisannya yang berjudul 'Gagal Cinta Kronik'. Novel karyanya terinspirasi dari perjalanannya berjuang berdamai dengan kondisi gagal ginjal yang ia derita belasan tahun.

"Menurut saya, kepesertaan JKN ini mutlak dimiliki setiap orang. Segalanya harus dipersiapkan, karena sebagai manusia tidak mengetahui apa yang nanti terjadi ke depannya. Meskipun tidak sakit, setidaknya iuran yang telah dibayarkan dapat membantu orang-orang yang sakit," katanya.

(akn/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT