4 Cara Atur Pola Hidup Sehat, Penting untuk Cegah Penyakit Jantung

ADVERTISEMENT

4 Cara Atur Pola Hidup Sehat, Penting untuk Cegah Penyakit Jantung

Atta Kharisma - detikHealth
Rabu, 28 Sep 2022 19:05 WIB
olahraga pakai perangkat atau smartwatch. Olahraga dengan beban atau angkat beban (latihan beban).
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta -

Menjaga pola hidup sehat merupakan sesuatu yang penting dilakukan bagi setiap orang. Sebab, pola hidup tidak sehat dapat memicu munculnya berbagai penyakit, bahkan hingga serangan penyakit jantung yang membahayakan nyawa.

Mengatur pola hidup yang sehat sejatinya tidaklah sulit. Hal tersebut diungkapkan oleh pakar penyakit jantung dan cardiologist dr. Radityo Prakoso, Sp.JP(K) FIHA dalam webinar Hari Jantung Sedunia 'Mengenal Lebih Jauh Penyakit Jantung Bawaan (PJB) Pada Anak' yang digelar detikcom bekerja sama dengan Yayasan Jantung Indonesia (YJI).

Dalam kesempatan tersebut, Radityo menjelaskan ada beberapa cara mudah yang dapat dilakukan untuk mengatur pola hidup sehat guna mencegah serangan penyakit jantung.

1. Enyahkan Asap Rokok

Radityo mengungkapkan asap rokok mengandung zat-zat yang membahayakan bagi tubuh, terutama untuk kesehatan jantung. Ia menekankan menghindari asap rokok bukan hanya dengan tidak merokok, tapi juga dengan tidak menghirup asap dari perokok lain.

"Bukan merokok aja, tapi jangan bergaul sama orang yang merokok. Karena banyak zat-zat yang berpengaruh terutama untuk kesehatan jantung," ungkap Radityo dalam webinar Hari Jantung Sedunia, Rabu (28/9/2022).

2. Beraktivitas Fisik

Selain menghindari asap rokok, Radityo menyebut aktivitas fisik juga dapat meminimalisir risiko serangan penyakit jantung. Bahkan, lanjutnya, aktivitas fisik tetap dapat dilakukan meski dalam masa pandemi.

"Gampang sebenarnya. Di tempat tinggal anda bisa melakukan senam. Itu aktivitas yang paling gampang. Atau jogging ringan di tempat. Pastikan dengan protokol kesehatan dan aktivitas fisik," ujarnya.

3. Diet Sehat dan Seimbang

Radityo menuturkan di masa pandemi seperti sekarang ini, banyak orang yang malas beraktivitas, seperti memasak. Akibatnya, menu-menu kurang menyehatkan seperti junk food kerap menjadi pilihan di kala lapar.

"Junk Food ini kenapa populer? Karena dia lebih tasty. Kenapa lebih tasty? Karena kandungan garam dan lemaknya lebih tinggi. Itu menjadi masalah dan risiko penyakit jantung," imbuhnya.

Selain itu, Radityo tidak menganjurkan diet rendah serat dan konsumsi refined food karena dapat meningkatkan risiko serangan penyakit jantung.

4. Kelola Stres

Radityo menekankan stress menjadi salah satu faktor yang dapat memicu serangan penyakit jantung. Ia berpendapat pengelolaan tingkat stress yang baik dapat memitigasi risiko serangan penyakit jantung.

"Kalau saya boleh sharing, kelola stress saya itu pindah dari satu aktivitas ke aktivitas lain. Kalau saya lagi jenuh aktivitas yang scientific kita bisa pindah ke musik atau fiksi, biar bisa lebih rileks," tandasnya.

Webinar Hari Jantung Sedunia 'Mengenal Lebih Jauh Penyakit Jantung Bawaan (PJB) Pada Anak' turut menghadirkan Ketua Umum YJI Esti Nurjadin dan parenting influencer Cheria Vasti. Webinar ini diselenggarakan YJI bersama detikcom, dan didukung Tropicana Slim untuk jantung lebih sehat, serta Le Minerale, air mineral dengan mineral esensial yang dibutuhkan oleh tubuh termasuk jantung Anda.

(akn/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT