Dokter Bicara Dampak Fatal Kurang Oksigen, Penyebab 127 Meninggal di Kanjuruhan

ADVERTISEMENT

Dokter Bicara Dampak Fatal Kurang Oksigen, Penyebab 127 Meninggal di Kanjuruhan

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Minggu, 02 Okt 2022 08:36 WIB
Suporter Arema FC memasuki lapangan setelah tim yang didukungnya kalah dari Persebaya dalam pertandingan sepak bola BRI Liga 1 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/tom.
Kerusuhan di Kanjuruhan. (Foto: ANTARA FOTO/ARI BOWO SUCIPTO)
Jakarta -

Sebanyak 127 orang dilaporkan meninggal atas kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang. Penyebab kematian disebutkan karena kekurangan oksigen yang terjadi akibat penumpukkan massa.

"Terjadi penumpukan. Di dalam proses penumpukan itulah terjadi sesak nafas kekurangan oksigen," kata Kapolda Jawa Timur (Jatim) Irjen Nico Afinta saat memberikan keterangan di Mapolres Malang, dikutip dari detikJatim, Minggu (2/10/2022).

Terkait dampak kekurangan oksigen, spesialis paru dari RS Paru Persahabatan dr Agus Dwi Susanto, SpP mengatakan kondisi ini bisa mengancam jiwa. Kekurangan oksigen atau asfiksia bisa menyebabkan kerusakan pada organ tubuh.

"Seseorang yang mengalami kondisi kekurangan oksigen dalam 40 sampai 60 detik akan tidak sadar dan bila berlanjut dapat menyebabkan kondisi yang berbahaya dan mengancam jiwa," kata dr Agus kepada detikcom, Minggu (2/10).

Dikutip dari Healthline, asfiksia atau mati lemas terjadi ketika tubuh tidak mendapatkan cukup oksigen. Tanpa intervensi segera, dapat menyebabkan hilangnya kesadaran, cedera otak, atau kematian.

Ada banyak kemungkinan penyebab asfiksia di antaranya menghirup bahan kimia atau mengalami cedera.



Simak Video "Kemenkes Sempat Kesulitan Identifikasi Korban Tragedi Kanjuruhan"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT