Raja Charles III Makin Sibuk, 'Jari Sosis' di Tangannya Tampak Makin Bengkak

ADVERTISEMENT

Raja Charles III Makin Sibuk, 'Jari Sosis' di Tangannya Tampak Makin Bengkak

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Rabu, 05 Okt 2022 14:05 WIB
Britains King Charles III and Britains Camilla, Queen Consort greet the crowd upon their arrival Buckingham Palace in London, on September 9, 2022, a day after Queen Elizabeth II died at the age of 96. - Queen Elizabeth II, the longest-serving monarch in British history and an icon instantly recognisable to billions of people around the world, died at her Scottish Highland retreat on September 8. (Photo by Daniel LEAL / AFP)
(Foto: AFP/DANIEL LEAL)
Jakarta -

Raja Charles III kini semakin disibukkan dengan pekerjaan di Keluarga Kerajaan Inggris. Namun, jari tangannya yang dijuluki sebagai 'jari sosis' kembali menarik perhatian banyak orang.

Kini, jari-jari tangan Raja Charles III terlihat semakin tebal. Ada kemungkinan ini terjadi karena jadwal perjalanannya yang lebih sibuk dibandingkan saat menjadi pangeran.

"Dia kemungkinan akan menghabiskan lebih banyak waktu bepergian ke Persemakmuran, yang selanjutnya dapat berdampak pada jari-jarinya karena jari diketahui membengkak ketika orang duduk diam dalam waktu lama yang disebabkan darah mulai menumpuk," tulis laman Hello! yang dikutip dari Daily Star, Rabu (5/10/2022).

"Selain itu, iklim yang lebih panas, seperti yang ditemukan di banyak negara Persemakmuran, juga dapat membuat jari tangan dan kaki orang membengkak," lanjutnya.

Penyebab 'Jari Sosis' Raja Charles III

Sebelumnya, ahli kesehatan Dr Gareth Nye mengungkap kemungkinan penyebab jari-jari tangan Raja Charles III yang membengkak.

"'Banyak kondisi' bisa menjadi penyebabnya, beberapa penyebab yang lebih mungkin adalah edema (retensi cairan) atau radang sendi," kata Dr Nye.

Menurut Dr Nye, oedema adalah suatu kondisi tubuh yang mulai menahan cairan di anggota badan. Biasanya di kaki dan pergelangan kaki, tetapi juga di jari-jari yang menyebabkan pembengkakan.

"Oedema adalah kondisi umum dan kebanyakan menyerang orang berusia di atas 65 tahun karena kemampuan untuk mengontrol cairan dibatasi," jelas Dr Nye.

"Untuk melihat apakah ini penyebabnya, menekan area yang bengkak selama sekitar 15 detik akan menyebabkan depresi di area tersebut," sambungnya.

Dr Nye juga menjelaskan kemungkinan penyebab lainnya yakni radang sendi. Ini merupakan kondisi umum yang dialami kelompok usia 60 tahun ke atas, yang sering mempengaruhi tiga area utama, yakni tangan, sendi ibu jari, atau salah satu sendi di jari.

Akibat kondisi ini, jari biasanya akan menjadi kaku, nyeri, dan bengkak. Meski sudah mengkonsumsi obat untuk mengatasi rasa sakit, pembengkakan masih akan terjadi.

"Penyebab yang tidak umum mungkin termasuk diet tinggi garam yang menyebabkan retensi cairan, obat-obatan tertentu jarang dapat menyebabkan pembengkakan sebagai efek samping seperti dengan obat tekanan darah atau obat steroid," pungkasnya.



Simak Video "Enam Anak di Inggris Meninggal Dunia Akibat Infeksi Bakteri Strep A"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT