Pakar Sebut RI Berhasil Kendalikan Pandemi COVID-19, Siap Masuk Fase Endemi?

ADVERTISEMENT

Pakar Sebut RI Berhasil Kendalikan Pandemi COVID-19, Siap Masuk Fase Endemi?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Rabu, 05 Okt 2022 18:08 WIB
Sejumlah warga melintas di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarya Pusat, Senin (4/7).
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Belum lama ini, Presiden Joko Widodo mengungkapkan bahwa kemungkinan pandemi COVID-19 di Indonesia akan segera berakhir. Hal ini senada dengan Guru Besar Mikrobiologi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof dr Amin Soebandrio, PhD, SpMK(K) yang juga menilai Indonesia sudah cukup berhasil dalam mengendalikan pandemi COVID-19.

"Sejauh ini katakanlah kita 'berhasil' mengendalikan pandemi COVID-19, bukan mengeliminasi, ya karena kita lihat kasusnya menurun," beber Prof Amin dalam konferensi pers virtual BNPB Indonesia, Rabu (5/10/2022).

"Meski begitu, prokes harus menjadi gaya hidup masyarakat demi mencapai kondisi terkendali yang lebih optimal," katanya.

Menurutnya, protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga kebersihan, dan menjaga jarak masih perlu dilakukan. Sebab, virus Corona masih tetap ada dan bersikulasi di sekitar manusia.

Apakah kondisi pandemi di Indonesia semakin membaik?

Ketua Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Prof dr Asri C Adisasmita, MPH, MPhil, PhD mengungkapkan ini terlihat dari data kesakitan maupun kematian di rumah sakit akibat COVID-19 yang mengalami penurunan, jika dibandingkan dengan era varian Delta tahun lalu.

Dengan membaiknya kondisi pandemi, pemerintah Indonesia telah melakukan rileksasi di bidang kehidupan. Misalnya seperti sudah tidak ada lagi 100 persen work from home (WFO) dan anak-anak mulai kembali ke sekolah.

Menurut Prof Asri, hal ini membawa optimisme bahwa pandemi bisa segera diselesaikan.

"Perbaikan kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, misalnya tingkat vaksinasi yang lebih tinggi, hingga mutasi yang terjadi tidak menyebabkan keganasan karena tubuh sudah kebal," kelas Prof Asri.

"Maka dari itu, kebiasaan yang sudah tercipta ini (protokol kesehatan) jangan dihilangkan begitu saja ketika Badan Kesehatan Dunia (WHO)nantinya mengumumkanpandemiCOVID-19 berakhir. Kebiasaan itu harus dijaga, karena tetap ada risiko bahaya patogen lainnya,"



Simak Video "Seputar Virus Covid-19 yang Diyakini Buatan Manusia"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT