Ada Golongan Darah Baru Bernama 'Er', Begini Temuan Ilmuwan

ADVERTISEMENT

Ada Golongan Darah Baru Bernama 'Er', Begini Temuan Ilmuwan

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Sabtu, 08 Okt 2022 15:59 WIB
transfusi darah
Ilmuwan temukan golongan darah baru. (Foto ilustrasi: thinkstock)
Jakarta -

Baru-baru ini, para ilmuwan dari University of Bristol dan NHS Blood & Transplant (NHSBT) menemukan golongan darah baru yang langka. Golongan darah ini disebut dengan Er.

Ini merupakan golongan darah ke-44 yang dideskripsikan. Pada golongan darah ini terdapat lima versi antigen Er berdasarkan variasi genetik dalam protein Piezo1, yang ditemukan pada permukaan sel darah merah.

Penemuan Golongan Darah Er

Golongan darah Er ini ditemukan secara tak sengaja setelah dua wanita hamil yang kehilangan anaknya. Para dokter melakukan pemeriksaan hingga menemukan adanya komplikasi dalam darah kedua wanita hamil tersebut.

Diketahui, keduanya memiliki golongan darah Er yang sangat langka. Hal inilah yang kemungkinan membuat darah bayinya tidak cocok dengan darahnya sendiri.

Ada kemungkinan bahwa kondisi ini mendorong sistem kekebalannya untuk menghasilkan antibodi terhadap darah bayinya. Antibodi ini yang kemudian melewati plasenta dan membahayakan anaknya, hingga bayinya tidak bisa bertahan.

Bermanfaat untuk Dunia Kedokteran

Namun, penemuan golongan darah baru Er ini menjadi pengetahuan baru di dunia kedokteran. Ini memungkinkan para tenaga medis memahami beberapa orang yang secara misterius meninggal karena komplikasi darah selama kehamilan atau transfusi.

"Menemukan sistem golongan darah baru seperti menemukan planet baru. Ini memperbesar lanskap realitas kita," kata asisten profesor Daniela Hermelin, di Fakultas Kedokteran Universitas Saint Louis, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, dikutip dari Standard.co.uk, Sabtu (8/10/2022).

Menurut para ilmuwan dari University of Bristol dan NHS Blood & Transplant (NHSBT), ini sebuah temuan yang dapat membantu menyelamatkan nyawa dalam kasus ketidakcocokan darah yang berbahaya, yang dapat dikaitkan dengan kelompok Er.

Selain itu, ini juga bisa membuat dokter dapat mengidentifikasi kecocokan darah dan menangkap tanda-tanda ketidakcocokan darah lebih awal selama kehamilan. Dengan begitu, dokter dapat memberikan transfusi darah yang tepat selama operasi ataupun transfusi darah.



Simak Video "Cuci Darah Bukan Terapi yang Tepat untuk Gagal Ginjal Akut"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/vyp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT