Share Konten Anak di Medsos, Sampai Mana Batas Wajarnya?

ADVERTISEMENT

Share Konten Anak di Medsos, Sampai Mana Batas Wajarnya?

Ayunda Septiani - detikHealth
Selasa, 11 Okt 2022 07:33 WIB
Jakarta -

Maraknya penggunaan media sosial membuat banyak orangtua kerap mengabadikan momen anak, bahkan khusus membuatkan akun medsos mereka sejak bayi. Alasannya beragam, termasuk menjadi memori tumbuh kembang anak jika nantinya menginjak usia dewasa.

Psikolog klinis dari Ohana Space, Monica Sulistiawati, MPsi menyebut tak ada masalah dengan tren semacam itu. Ia memastikan sah-sah saja orangtua mengunggah atau membuat konten anak selama mengetahui batas wajar.

"Nah pertanyaannya adalah sejauh mana orangtua mengunggah konten tersebut, kita harus mempertimbangkan apabila konten anak yang kita upload atau apakah konten tersebut nantinya berpotensi menimbulkan dampak negatif atau tidak," terang dia dalam sesi bincang program e-Life detikcom Jumat (7/9/2022).

Monica mewanti-wanti kebiasaan membagikan informasi pribadi atau detail terkait anak. Hal ini tanpa sadar berisiko pada pencurian data. Salah satunya, ia tidak menyarankan membagikan nama lengkap anak.

"Karena baik lagi kalau sudah masuk digital, sekali upload walaupun kita takedown itu tetap tersimpan di dalam teknologi digital itu, sangat disarankan tidak memberitakan informasi pribadi secara detail, contohnya anak lahir di mana, jam berapa, kemudian nama orangtua secara lengkap kemudian nama ayah ibu secara lengkap," pesan dia.

"Apalagi kalau anaknya sudah mulai sekolah. Banyak banget anak alamat rumah lokasi tempat les
sebaiknya tidak dishare, kita bayangkan ya data anak-anak itu tersimpan dalam dunia digital untuk jangka panjang yang kita tidak pernah tahu, misalkan mungkin kita upload sekarang tapi 30 tahun lagi kemudian masih ada, padahal data itu bisa jadi digunakan anak untuk membuat akun pribadi, password, dari jam lahir, tanggal lahir," katanya.

Ia menekankan orangtua agar lebih fokus dalam membagikan cara pola asuh dan komunikasi di keseharian mereka bersama anak. Hal tersebut dinamakan sharenting dan diyakini bermanfaat bagi banyak ibu khususnya di usia muda.

Sebelum membuat akun media sosial anak, Monica mengingatkan agar benar-benar mengetahui maksud dan tujuan dari pembuatan akun tersebut agar tidak memicu risiko di kemudian hari.

"Sharenting kan berbagi parenting, yang kita mau sharing adalah cara pola asuh kita ke anak, jadi bukan khusus di tempat si anaknya, tapi bagaimana kita berinteraksi berkomunikasi dengan anak itu aja," pungkas dia.

(ayd/mjt)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT