Bakti untuk Negeri, ICD Indonesia Adakan Periksa Gigi Gratis di Lombok

ADVERTISEMENT

Bakti untuk Negeri, ICD Indonesia Adakan Periksa Gigi Gratis di Lombok

Nurul Febian Danari - detikHealth
Jumat, 14 Okt 2022 21:59 WIB
The dentist, fully dressed in a protective suit with an eyewear protection is with a patient. A woman in the chair has her mouth opened and examined while holding a suction pump.
Foto: Getty Images/LukaTDB
Jakarta -

International College of Dentists (ICD) XV Region 38 (Indonesia) bersama Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Wilayah NTB akan menggelar pemeriksaan gigi gratis di Pulau Lombok pada 3-6 November 2022. Kegiatan ini terdiri dari pemeriksaan gigi, pelayanan perawatan kesehatan gigi konservasi, dan bedah mulut ringan.

Ketua ICD XV Indonesia, R M. Sri Hananto Seno mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai bentuk bakti kepada negeri dari dokter gigi yang tergabung dalam ICD XV Indonesia dan PDGI. Tak hanya itu, kegiatan ini juga bekerja sama dengan Formula Oral Care, Phapros, Universitas Jayabaya, dan Universitas Putra Indonesia.

Kegiatan ini menyasar 7.500 masyarakat daerah Lombok, yang terbagi menjadi 1.500 masyarakat umum dan 6.000 siswa Sekolah Dasar. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pengalaman para dokter gigi yang terlibat langsung ke daerah, serta menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan gigi dan mulut.

Sementara, ketua acara drg Moestar Moeslim, mengatakan bahwa kegiatan ini akan berlanjut ke daerah lain, agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya kesehatan gigi dan mulut.

Head of Corporate and Marketing Communication OT Group (Formula Care), Harianus Zebua mengatakan, keterlibatan Formula dalam acara ini sebagai bentuk sumbangsih produk Oral Care untuk mengurangi masalah gigi dan mulut di Indonesia, khususnya Lombok.

"Gigi berlubang masih dialami 93 persen anak di Indonesia, fakta inilah yang mendorong Formula untuk terus berinovasi agar dapat melindungi gigi anak dan masyarakat Indonesia lebih baik. Masih banyak anak yang belum menyikat gigi dengan benar, asal-asalan, dan sekadarnya. Mereka juga menggunakan sikat dan pasta yang tidak tepat, serta belum memiliki kesadaran memeriksakan gigi secara rutin ke dokter gigi setiap enam bulan sekali," kata Harianus.

Kegiatan ini juga didukung oleh Bupati Kabupaten Lombok Barat, Fauzan Khalid dengan memfasilitasi terselenggaranya kegiatan ini.

"Sosialisasi kegiatan ini kami lakukan ke pada masyarakat, agar masyarakat mendapatkan manfaat pada kesehatan gigi dan mulut. Harapannya masyarakat dapat menerapkan edukasi pada kesehariannya sehingga kesehatan gigi dan mulut di Lombok Barat meningkat," kata Fauzan.



Simak Video "Gigi Balita Berbehel, Apakah Perlu?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT