Lesti-Billar Rujuk, Pelaku KDRT Bisa Berubah? Begini Kata Psikolog

ADVERTISEMENT

Round Up

Lesti-Billar Rujuk, Pelaku KDRT Bisa Berubah? Begini Kata Psikolog

Fadilla Namira - detikHealth
Minggu, 16 Okt 2022 11:39 WIB
Lesti Kejora saat ditemui di Polres Jakarta Selatan.
Lesti Kejora. Foto: Palevi/detikHOT
Jakarta -

Beberapa hari lalu Lesti Kejora memantapkan hatinya untuk mencabut laporan kasus KDRT yang dilakukan Rizky Billar. Melalui penuturannya, ia dengan ikhlas telah memaafkan suaminya tersebut dan memutuskan untuk berdamai.

Putusan ini tentu dilakukan bukan tanpa syarat. Ia mengungkapkan pihak Billar telah minta maaf dan membuat perjanjian khusus guna menyakinkannya bahwa tindakan tersebut tidak akan terulang lagi.

"Saya sangat mencintai istri saya, saya ingin selalu menjadi pelindung bagi keluarga saya. Namun, sebagai manusia saya tidak pernah yang luput dari namanya kekhilafan, kesalahan," ujar Rizky Billar di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Jumat (14/10/2022) malam.

Atas hal itu, tidak sedikit dari masyarakat dan para artis lain menyayangkan putusan Lesti yang terbilang 'membingungkan'. Sebenarnya, apa sih alasan ia melakukan perdamaian?

Di depan awak media, Lesti menerangkan anaknya jadi alasan kuat mengapa dirinya mau memaafkan Billar.

"Alasannya anak saya, karena mau bagaimanapun suami saya bapak dari anak saya dan beliau juga sudah mengakui perbuatan dan meminta maaf pada saya dan keluarga bapak saya," lanjutnya.

Selain anak, beberapa alasan ini jadi pertimbangan korban untuk memilih damai dengan pelaku pada kasus-kasus KDRT. Berikut penjelasannya dikutip dari Domestic Helpers:

1. Hak Asuh Anak

Pada banyak kasus, putusan pengadilan justru memberikan hak asuh anak kepada pelaku KDRT. Maka dari itu, korban memilih damai untuk melindungi anaknya.

2. Takut

Pelaku KDRT umumnya bertindak dengan mengancam atau memaksa pasangannya, bahkan juga orang terdekat termasuk anak. Oleh karenanya, korban akan merelakan pilihan untuk tetap tinggal agar menyelamatkan diri serta orang terdekatnya.

3. Kontrol Psikologis atau Cuci Otak

Pelaku KDRT melalukan berbagai upaya dan janji manis untuk menyakinan pasanganya. Ini disebut juga dengan pelecehan emosional atau kontrol paksaan agar korban percaya bahwa satu-satunya yang mencintai dan dapat menjaganya adalah pelaku.



Simak Video "Penjelasan Pakar Ekspresi soal Wajah Tegang Ayah Lesti Kejora"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT