Risiko Cinta Satu Malam di Balik Tren 'Thanks Base': Sifilis hingga HIV

ADVERTISEMENT

Risiko Cinta Satu Malam di Balik Tren 'Thanks Base': Sifilis hingga HIV

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Minggu, 16 Okt 2022 15:11 WIB
ilustrasi
Foto: Dok.Detikcom
Jakarta -

Tren berisiko lagi-lagi viral di media sosial. Belakangan warganet membahas tren 'thanks Base' yang merujuk pada seseorang yang bercerita soal pengalaman 'one night stand' atau 'cinta satu malam'.

Psikolog klinis dari Ohana Space Arrundina Puspita Dewi, MPsi menilai hal semacam ini memiliki risiko serupa seperti aktivitas Friends With Benefits. Pasalnya, mereka 'menormalisasi' seks bebas dengan berbagai alasan.

"Nggak sehat karena berganti-ganti pasangan," tegas Arundina.

Lebih dari 30 bakteri, virus dan parasit yang berbeda bisa ditularkan saat berhubungan seksual. Penyakit menular seksual menyebar melalui hubungan intim, baik secara vaginal, anal (melalui dubur), atau oral (melalui mulut).

Ada banyak sekali penyakit infeksi menular seksual yang bisa menjangkiti mereka yang sering gonta ganti pasangan. Berikut sederet penyakit seksual yang mengintai para pelaku hubungan tanpa status seperti 'thanks base'.

1. Sifilis

Sifilis atau raja singa adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri. Gejalanya adalah muncul luka kecil di sekitar alat kelamin, anus, atau di mulut.

Jika sudah menyebar, pengidapnya bisa mengalami kebutaan, tuli, borok pada kulit, penyakit jantung, kerusakan hati, lumpuh, hingga kematian.

2. Gonore

Gonore atau infeksi bakteri juga kerap terjadi pada orang yang melakukan seks berisiko. Gonore menyebabkan pria maupun wanita mengalami gangguan kesuburan.

3. Kanker

Bukan tidak mungkin pelaku seks bebas dan berisiko bisa tertular kanker karena infeksi HPV atau human papilloma virus. Infeksi virus tersebut dapat berlanjut dan menyebabkan kanker, termasuk kanker mulut, kanker serviks, kanker vulva, kanker penis, dan kanker dubur.

4. HIV

HIV atau human immunodeficiency virus biasanya ditularkan melalui seks vaginal atau anal. Beberapa orang yang terinfeksi HIV merasakan gejala penyakit seperti flu dalam waktu dua hingga empat minggu setelah virus memasuki tubuh.



Simak Video "Pamer Body Count di Medsos, Kok Bangga?"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/vyp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT