Jangan Sepelekan! Atasi Rambut Rontok Segera Pakai Sampo dari lavojoy

ADVERTISEMENT

Jangan Sepelekan! Atasi Rambut Rontok Segera Pakai Sampo dari lavojoy

Sponsored - detikHealth
Senin, 17 Okt 2022 15:10 WIB
Lavojoy
Foto: Pexels
Jakarta -

Banyak orang menyepelekan masalah rambut rontok. Kerontokan rambut kerap dianggap sebagai proses alami dalam siklus hidup manusia. Hal tersebut ada benarnya, namun dalam beberapa kasus masalah rambut rontok juga mengindikasikan adanya masalah kesehatan.

Rambut rontok bisa dikatakan sebagai proses yang alamiah karena pertumbuhan dan perkembangan rambut manusia ternyata memiliki siklus tersendiri. Namun, Anda harus mampu membedakan kapan rambut rontok secara alami serta kapan rambut rontok akibat masalah kesehatan.

Fase Rambut Menuju Rontok Secara Alami

Dilansir dari situs kesehatan Healthline, pertumbuhan rambut manusia akan terlebih dahulu melalui empat fase yang terus berulang hingga manusia meninggal. Keempat fase tersebut yakni:

1. Fase Anagen
Fase ini merupakan tahap di mana serat rambut mengalami pertumbuhan aktif. Pada fase ini, rambut akan terus tumbuh dan menjadi panjang seiring bertambahnya waktu.

2. Fase Katagen
Setelah itu, rambut akan mengalami fase katagen. Atau yang biasa disebut juga sebagai fase istirahat. Dalam fase ini rambut akan mulai berhenti tumbuh.

3. Fase Telogen
Terakhir adalah fase telogen, yang juga menjadi penyebab rambut manusia akan selalu mengalami kerontokan secara alami. Pada fase ini rambut benar-benar telah berhenti tumbuh.

4. Fase Eksogen
Pada fase ini rambut yang telah mati tersebut kemudian akan rontok dengan sendirinya. Namun siklus ini tidak berhenti dan akan terus terulang kembali ke fase anagen.

Ciri-ciri Rambut Rontok karena Masalah Kesehatan

Walaupun kerontokan rambut merupakan sebuah siklus alami, kamu perlu mengetahui ciri-ciri dari kerontokan rambut yang diakibatkan oleh masalah kesehatan.

1. Mudah Rontok Walau Hanya Disisir Jari
Rambut yang sehat seharusnya memiliki akar yang cukup kuat dan tidak mudah tercabut begitu saja. Apabila saat disisir jari ada sangat banyak rambut terjatuh, hal itu patut diwaspadai. Bisa jadi, rambut yang mudah tercabut kekurangan kandungan ferritin akibat rendahnya kadar hemoglobin dan zat besi di dalam tubuh.

2. Kerontokan Lebih dari 100 Helai per Hari
Berdasarkan riset American Academy of Dermatologists, batas normal rambut rontok per harinya tidak melebihi 100 helai. Jika lebih dari itu, ada kemungkinan terdapat perubahan jumlah folikel rambut yang berperan penting dalam menumbuhkan rambut.

Kalau ada pengurangan jumlah kandungan folikel pada rambut, maka jumlah kerontokan rambut bisa semakin banyak, sehingga Anda perlu waspada.

3. Terjadi Penipisan Rambut
Gangguan jumlah kandungan folikel pada rambut juga menyebabkan rambut baru sulit untuk tumbuh kembali, sehingga terjadi penipisan pada rambut. Bila gejala penipisan ini dibarengi dengan kerontokan rambut yang parah, maka bisa timbul masalah kebotakan.

Penyebab Rambut Rontok

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, rambut rontok bisa terjadi secara alami atau memang karena adanya gangguan terhadap tubuh kita. Terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan rambut rontok, baik secara alami maupun tidak, di antaranya:

1. Perubahan Hormonal
Perubahan hormon yang terjadi utamanya pada wanita seperti karena kehamilan, persalinan, maupun menopause bisa menyebabkan rambut rontok. Biasanya, perubahan hormon ini juga dibarengi dengan gangguan infeksi kulit kepala.

2. Faktor Genetik
Adanya riwayat rambut rontok dalam keluarga menjadi penyebab umum dari rambut rontok. Kondisi akar rambut yang tidak kuat, rambut bercabang/patah, serta kebotakan pada pria umumnya merupakan faktor genetik yang akan terus diturunkan.

3. Konsumsi Obat-obatan
Konsumsi obat-obatan serta bahan-bahan kimia juga dapat berpengaruh pada kerontokan rambut. Obat-obat terapi seperti yang digunakan untuk terapi kanker, tumor, hingga obat pereda depresi juga bisa menyebabkan kerontokan rambut.

4. Perawatan Rambut yang Salah
Terkadang, penataan model maupun warna rambut yang kerap berganti-ganti atau berlebihan juga bisa menyebabkan jenis kerontokan rambut. Terlebih lagi cat-cat rambut mengandung zat kimia yang meski aman digunakan untuk kulit kepala, tetapi tidak baik jika digunakan secara berlebihan.

Tips agar Rambut Tidak Rontok

Kerontokan rambut yang tidak disebabkan oleh faktor genetik dapat dicegah dengan cara mencegah rambut terpapar dari zat kimia. Selain itu, penataan rambut secara berlebihan menggunakan curling iron atau hair dryer juga harus dihindari.

Hindari juga kebiasaan-kebiasaan yang bisa menyebabkan rambut rontok, seperti keramas dengan air panas, menyisir rambut ketika masih basah, hingga mengikat rambut terlalu kencang. Masalah kerontokan rambut perlu disikapi dengan serius karena bisa memengaruhi penampilan dan mengurangi rasa percaya diri.

Berkeramas dengan lavojoy Hold Me Tight Shampoo

LavojoyLavojoy

Jika Anda punya masalah rambut rontok, tak ada salahnya untuk mencoba Hold Me Tight Shampoo dari lavojoy yang memiliki formula 0% silikon dan 0% sulfat yang aman bagi kulit kepala.

Formula shampo untuk rambut rontok ini dijamin tidak membuat rambut semakin kering atau justru menimbulkan masalah lain. Selain itu, kandungan asam amino dalam sampo juga memberikan foam lembut untuk membersihkan kulit kepala secara menyeluruh.

Kandungan ceramide dan centella asiatica menutrisi kulit kepala dan membantu mengurangi kerontokan rambut. Lactobacillus pada sampo ini juga akan menyeimbangkan pH kulit kepala. Dengan varian Lazy Sunday, aroma floral dan fruity yang manis akan memberikan kesegaran pada kulit kepala dan keharuman yang mengesankan.

lavojoy memiliki rangkaian sabun, body serum, sampo, dan kondisioner yang memiliki 0% bahan-bahan berbahaya dan formula yang dipilih secara ketat. Produk-produk lavojoy memiliki bahan vegan dan cruelty-free. Segera pesan secara online di Official Store lavojoy seperti Shopee dan Lazada!

(Content Promotion/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT