Sederet Kisah Perkawinan Sedarah Berujung Fatal

ADVERTISEMENT

Sederet Kisah Perkawinan Sedarah Berujung Fatal

Alethea Pricila - detikHealth
Selasa, 18 Okt 2022 11:30 WIB
Word incest printed and defined in the English dictionary
Foto: Getty Images/iStockphoto/brazzo
Jakarta -

Inses merupakan hubungan seksual yang dilakukan oleh anggota keluarga inti atau kerabat terdekatnya yang masih 'satu darah'. Hubungan ini merupakan hubungan yang dilarang hampir seluruh dunia.

Biasanya, mereka akan melahirkan seorang anak yang memiliki kelainan secara fisik atau mental serta penyakit genetik lainnya. Para ilmuwan asal University of Queensland menyebut perkawinan sedarah rata-rata akan menimbulkan sejumlah masalah kesehatan. Misalnya, penurunan kemampuan kognitif dan fungsi otot hingga penyakit lainnya.

"Anak-anak inbrida juga berisiko lebih tinggi mengalami kelainan genetik resesif yang langka," ucap ahli.

Berikut kompilasi cerita keluarga yang melakukan perkawinan sedarah yang berujung fatal.

1. Keluarga Whitaker

Viral kisah keluarga asal Virginia Barat, Amerika Serikat disebut melakukan perkawinan sedarah. Kisah ini sebelumnya diungkapkan oleh Mark Laita, orang yang pertama kali menceritakan memperlihatkan kondisi satu keluarga tersebut dalam bukunya Created Equally, rilis 2004 lalu.

Beberapa anggota keluarga Whitaker memiliki kelainan mental dan fisik. Mereka adalah Lorraine, Ray, Timmy yang terkena cacat mental. Ray bahkan tidak bisa berbicara dan hanya mendengus.

"Beberapa anggota hanya berkomunikasi melalui gerutuan dan tidak dapat berbicara. Beberapa tidak bersekolah," demikian laporan The Sun.

2. Keluarga Stuebing

Patrick Stuebing dan Susan Karolewski mempunyai 4 anak, dua dari mereka disebut memiliki kelainan. Pasangan asal Jerman ini merupakan kakak-beradik. Selain memiliki dua anak yang mengalami kecacatan, Stuebing harus ditahan selama 3 tahun dalam penjara karena perkawinan sedarah ini melanggar hukum yang ada di negaranya.

3. Keluarga Asal Uzbekistan

Pada Juni lalu, seorang bayi asal Dustlik, Uzbekistan meninggal dunia dua jam setelah dilahirkan. Diketahui, bayi tersebut merupakan bayi dari hubungan inses dan mengalami kondisi medis yang serius. Bayi laki-laki ini disebut mengidap cacat bawaan yang parah dengan memiliki kulit kering serta bersisik di bokongnya dan menangis sangat kencang di inkubator.

"Ia dilahirkan dengan ichthyosis bawaan yang parah, serta cacat lahir lainnya yang mengancam jiwa," kata Kementerian Kesehatan Uzbekistan dikutip dari Daily Star.



Simak Video "Viral 'Fetish KTP' Diduga Penipuan, Ini Kata Dokter Boyke"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT