Awas, Riset Laporkan Produk Rambut Seperti Ini Picu Kanker Rahim

ADVERTISEMENT

Awas, Riset Laporkan Produk Rambut Seperti Ini Picu Kanker Rahim

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Rabu, 19 Okt 2022 07:22 WIB
ilustrasi kanker
Produk rambut yang bisa memicu kanker rahim. (Foto ilustrasi: thinkstock)
Jakarta -

Studi National Institutes of Health (NIH) menemukan wanita yang menggunakan obat atau produk pelurus rambut berbahan kimia berisiko lebih tinggi terkena kanker rahim, dibandingkan mereka yang tidak memakai.

Kabar baiknya, risiko tersebut tidak ditemukan pada produk rambut lain seperti pewarna rambut, bleaching, atau highlight. Penelitian ini menganalisis 33.497 wanita AS usia 35-74 tahun yang berpartisipasi dalam Sister Study, sebuah penelitian yang dipimpin oleh Institut Nasional Ilmu Kesehatan Lingkungan (NIEHS), bagian dari NIH.

Studi berupaya mengidentifikasi faktor risiko kanker payudara dan kondisi kesehatan lainnya. Para wanita dianalisis selama hampir 11 tahun dan selama waktu itu, ada laporan 378 kasus kanker rahim.

Temuan yang diungkap, wanita dengan intensitas penggunaan produk pelurus rambut lebih dari dua kali atau epat kali, lebih mungkin mengalami kanker rahim dibandingkan dengan mereka yang tidak menggunakan produk.

"Kami memperkirakan bahwa 1,64 persen wanita yang tidak pernah menggunakan pelurus rambut akan terus mengalami kanker rahim pada usia 70 tahun, tetapi untuk pengguna pelurus rambut, risiko itu naik hingga 4,05 persen," kata Alexandra White, PhD, kepala kelompok Epidemiologi Lingkungan dan Kanker NIEHS dan penulis utama studi baru, dikutip dari laman NIH, Selasa (18/10/2022).

"Tingkat penggandaan ini mengkhawatirkan. Namun, penting untuk memasukkan informasi ini ke dalam konteks, kanker rahim adalah jenis kanker yang relatif jarang terjadi," sebutnya.

Kanker rahim menyumbang sekitar 3 persen dari semua kasus kanker baru tetapi merupakan kanker paling umum dari sistem reproduksi wanita, dengan perkiraan 65.950 kasus baru pada tahun 2022. Studi menunjukkan bahwa tingkat kejadian kanker rahim telah meningkat di Amerika Serikat.

Temuan ini konsisten dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa pelurus rambut dapat meningkatkan risiko kanker terkait hormon pada wanita. Para peneliti tidak mengumpulkan informasi tentang merek atau bahan dalam produk rambut yang digunakan para wanita.

Bahan Kimia Berbahaya

Namun, dalam riset mereka tercatat bahwa beberapa bahan kimia yang ditemukan dalam pelurus rambut yakni paraben, bisphenol A, logam, dan formaldehida dapat berkontribusi pada peningkatan risiko kanker rahim. Paparan bahan kimia dari penggunaan produk rambut, terutama pelurus, bisa lebih memprihatinkan daripada produk perawatan pribadi lainnya karena peningkatan penyerapan melalui kulit kepala yang dapat diperburuk oleh luka bakar dan lesi yang disebabkan oleh pelurus rambut.

"Sepengetahuan kami, ini adalah studi epidemiologi pertama yang meneliti hubungan antara penggunaan pelurus rambut dan kanker rahim," kata White.

"Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan ini pada populasi yang berbeda, untuk menentukan apakah produk rambut berkontribusi terhadap kesenjangan kesehatan pada kanker rahim, dan untuk mengidentifikasi bahan kimia tertentu yang dapat meningkatkan risiko kanker pada wanita."



Simak Video "Pengakuan Wanita yang Tuntut L'Oreal Terkait Produk Pelurus Rambut"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT