5 Kebiasaan Mandi yang Benar, Diklaim Bisa Cegah Serangan Jantung

ADVERTISEMENT

5 Kebiasaan Mandi yang Benar, Diklaim Bisa Cegah Serangan Jantung

Alethea Pricilla - detikHealth
Minggu, 23 Okt 2022 07:00 WIB
Ilustrasi Jantung
Foto: Shutterstock/
Jakarta -

Serangan jantung merupakan kondisi yang terjadi ketika aliran darah ke jantung sangat berkurang atau tersumbat. Banyak orang memiliki tanda atau gejala sebelum adanya serangan jantung dari beberapa hari atau minggu sebelumnya seperti nyeri dada. Namun ada beberapa kasus serangan jantung akan terjadi secara tiba-tiba, seperti ketika sedang mandi.

Serangan jantung terjadi ketika jantung mengalami kerusakan yang menyebabkan detak jantung tidak teratur. Dikutip dari Healthline, salah satu kemungkinan terjadinya kerusakan pada tubuh karena mandi. Berdasarkan berbagai sumber, berikut kebiasaan mandi yang benar untuk mencegah terjadinya serangan jantung.

1. Suhu Air

Mandi dengan air yang terlalu dingin (suhu di bawah 21 derajat celsius) atau terlalu panas (di atas 44 derajat celsius) memengaruhi detak jantung. Saat suhu tubuh menyesuaikan dengan suhu air, hal itu akan memberi tekanan pada arteri dan dinding kapiler. Maka dari itu, gunakan pergelangan tangan untuk memeriksa temperatur air terlebih dahulu hingga terasa nyaman.

2. Mulai dari Kaki ke Kepala

Kebanyakan orang akan memulai dengan membasahi kepala. Ternyata, ini adalah hal yang salah karena saat mandi, tubuh harus menyesuaikan dengan temperatur dengan tiba-tiba. Saat mulai mandi, basahi kaki terlebih dahulu kemudian naik hingga ke kepala dengan lembut sehingga bisa meminimalisir terjadinya serangan jantung.

3. Jangan Mandi Setelah Olahraga

Setelah olahraga, tubuh biasanya mengeluarkan keringat lebih banyak dari yang biasanya. Olahraga membuat jantung memompa lebih banyak darah yang berisi akan oksigen ke otot. Hal ini menyebabkan suhu tubuh akan meningkat dan jantung berdetak lebih cepat. Jika seseorang langsung mandi, pembuluh darah akan melebar dan menyebabkan rentan terkena serangan jantung. Oleh karena itu, beri jeda waktu antara olahraga dan mandi minimal 20 menit setelah pendinginan saat olahraga.

4. Jangan Terlalu Lama Mandi

Mandi terlalu lama akan membuat tubuh menjadi harus menyesuaikan suhu setelah mandi lebih lama. Hal ini terjadi karena tubuh menyesuaikan kembali temperatur ruangan yang berbeda. Maka dari itu, disarankan untuk mandi selama kurang dari 30 menit. Mandi diduga menyebabkan perubahan mendadak pada tekanan darah yang menyebabkan iskemia (kekurangan aliran darah) pada pembuluh darah otak.

5. Perhatikan Langkah Saat Mandi

Lantai yang terlalu licin akibat shampo atau sabun bisa membuat seseorang terpeleset atau jatuh yang bisa membentur beberapa bagian tubuh. Oleh karena itu, cobalah untuk memperhatikan langkah saat atau setelah mandi.



Simak Video "Identifikasi Perilaku Pengemis Online dari Kacamata Psikolog"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT