Kasus gangguan ginjal akut misterius di DKI Jakarta kembali bertambah. Kini total ada 86 pasien yang tercatat berdasarkan data kumulatif dari Januari 2022 sampai saat ini.
Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinkes DKI Jakarta dr Ngabila Salama mengungkapkan keparahan atau kematian kasus gagal ginjal akut bisa disebabkan karena keterlambatan penanganan.
"Kami sudah melihat data kasus-kasus di DKI Jakarta keparahan atau meninggal dari kasus gagal ginjal akut ini banyak yang karena terlambat terdiagnosis dan dibawa ke rumah sakit," jelas Ngabila dalam webinar, Sabtu (22/10/2022).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terlambat dibawa ke rumah sakit lebih dari 5 hari meningkatkan kematian. Kasus berat yang sudah terlambat meningkatkan kematian," sambungnya.
Dalam penjelasannya, Ngabila juga menyebut bahwa pasien anak yang memiliki riwayat pernah mengkonsumsi paracetamol sirup atau drop juga lebih rentan terkena penyakit ini.
Pasalnya, sirup obat tersebut diduga mengandung cemaran etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG).
"Ketika ginjalnya rusak karena peradangan, baik sementara ataupun permanen, itu artinya racun di dalam tubuh tidak bisa dikeluarkan," kata Ngabila.
"Sehingga dalam darah kadarnya tinggi, bisa masuk ke paru-paru, jantung otak yang bisa menyebabkan kematian. Makanya ada penurunan kesadaran dan sebagainya," lanjut dia.
Maka dari itu, Ngabila mengingatkan agar para orang tua mulai lebih waspada lagi terhadap gejala-gejala awal dari gagal ginjal akut ini. Misalnya seperti:
- Demam
- Lemas
- Gangguan saluran cerna
- Mual
- Muntah
- Gangguan saluran napas
- Nyeri perut
- Urine berwarna pekat
(sao/naf)











































