Sakit Kepala Sampai Mimisan Tanda Sakit Apa Dok?

ADVERTISEMENT

Dokter Menjawab

Sakit Kepala Sampai Mimisan Tanda Sakit Apa Dok?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Senin, 24 Okt 2022 09:02 WIB
Ilustrasi sakit kepala
Foto: Getty Images/iStockphoto/Tirachard
Jakarta -

Pertanyaan:

Halo Dok! Saya izin bertanya dan mohon pencerahan.

Saya sering kali mengalami sakit kepala yang terasa mencengkeram di bagian tengkuk sampai belakang kepala dan terkadang disertai sakit kepala sebelah. Jika sakit kepala itu semakin parah, saya akan mengalami mimisan.

Apakah hal itu termasuk sakit kepala biasa atau apa ya, Dok? Obat apa yang harus saya konsumsi. Terima kasih.

Stenly (pria, 33 tahun)

Jawaban:

Sakit kepala merupakan salah satu gejala yang umum terjadi. Hampir semua orang pernah mengalami sakit kepala dengan berbagai penyebab.

Penyebab sakit kepala bisa menjadi salah satu gejala gangguan pada sistemik (misalnya sakit kepala akibat infeksi virus, flu, dan lainnya), gangguan di organ-organ sekitar kepala (pundak, bahu, mata, THT, tulang belakang, dan sebagainya), atau bahkan sebagai gejala gangguan di otak.

Untuk membedakan sakit kepala tersebut, perlu diketahui deskripsi penting sakit kepala yang dialami, antara lain: bentuk dan lokasi sakit kepala, mula timbul dan durasi sakit kepala, frekuensi sakit kepala, dan gejala penyerta serta hal-hal yang memperberat atau meringankan sakit kepala.

Pada keluhan sakit kepala yang dialami, yaitu sakit kepala berupa rasa seperti tercengkeram di bagian tengkuk hingga belakang kepala, kemungkinan besar merupakan sakit kepala tipe tegang atau tension-type headache.

Sakit kepala jenis ini sering kali timbul pada usia produktif. Penyebabnya seringkali karena menghabiskan waktu berjam-jam di depan komputer, atau sedentary lifestyle atau kurang bergerak.

Posisi monoton dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan kekakuan pada otot-otot leher dan bahu, sehingga pada akhirnya menimbulkan keluhan sakit kepala. Hampir 70 persen masalah di leher disebabkan oleh posisi tubuh atau postur yang tidak baik, yang berlangsung secara terus-menerus dan dalam jangka waktu lama.

Apalagi, jika tidak dibantu dengan aktivitas yang dapat meregangkan otot atau menjaga elastisitas otot. Akan tetapi, sakit kepala tipe tegang ini, jarang sekali disertai oleh mimisan.

Namun, mimisan dapat terjadi sebagai gejala penyerta saat seseorang merasakan nyeri. Nyeri dapat meningkatkan tekanan darah dan sebagai akibatnya pembuluh darah kapiler di area hidung menjadi mudah pecah, bermanifestasi sebagai mimisan.

Untuk mendapatkan diagnosis pasti sakit kepala yang dialami, ada baiknya dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk menegakkan diagnosis ataupun menyingkirkan kemungkinan penyebab lain yang lebih berbahaya, misalnya kanker nasofaring.

Pemeriksaan historis (anamnesis) dan pemeriksaan fisik tentunya memiliki peran yang sangat penting untuk menegakkan diagnosis. Selain pemeriksaan fisik neurologis, pemeriksaan fisik THT juga diperlukan untuk mencari penyebab sakit kepala dan mimisan.

Selain itu mungkin juga memerlukan pemeriksaan penunjang antara lain adalah brain CT scan, rontgen tulang belakang terutama area leher, jika diperlukan dapat pula dilakukan pemeriksaan kadar vitamin D. Jika dari pemeriksaan fisik dan penunjang tidak didapatkan kelainan THT, dan dengan demikian terkonfirmasi diagnosis sakit kepala tipe tegang, maka dapat dilakukan tatalaksana lanjutan.

Prinsip utama penanganan sakit kepala adalah mengelola nyeri dan sedekat mungkin menghilangkan sumber utama nyeri tersebut. Tatalaksana umumnya terbagi menjadi 2, yaitu:

Tatalaksana medikamentosa (terapi pengobatan), antara lain adalah dengan penggunaan obat-obat anti-nyeri, dapat pula ditambahkan terapi adjuvant lain seperti pelemas otot, anti-mual, dan lain sebagainya.

Tatalaksana non-medikamentosa pada sakit kepala tipe-tegang antara lain adalah fisioterapi, perubahan dan perbaikan postur dan sikap tubuh yang kurang baik, menjaga elastisitas otot, dan lain sebagainya.

Perlu diingat, bahwa untuk mengubah postur dan sikap tubuh yang baik dilakukan secara bertahap dan memerlukan waktu dan konsistensi latihan atau terapi. Jadi, ada baiknya jika keluhan ini sudah lama dirasakan, segeralah berkonsultasi ke dokter spesialis saraf. Dokter akan mencari penyebab dan menangani keluhan sesuai dengan penyebabnya.

dr Alifa Dimanti, SpS

Dokter Spesialis Saraf

RS Pondok Indah - Puri Indah

Tentang Konsultasi Kesehatan

Pembaca detikcom yang memiliki pertanyaan terkait berbagai masalah kesehatan dapat mengirimkan pertanyaan ke email redaksi@detikhealth.com dan akan dijawab oleh pakar yang kompeten. Kirimkan pertanyaan dengan subjek email "konsultasi pembaca" disertai keterangan nama, usia, dan jenis kelamin.

Identitas penanya bisa ditulis terang atau disamarkan, disesuaikan dengan keinginan pembaca. Seluruh identitas penanya kami jamin akan dirahasiakan.



Simak Video "Mujarab! Ramuan Rempah Ini Bisa Atasi Migrain"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/vyp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT