Ortu Waspada! 3 Jenis Kanker Ini Paling Kerap Dialami Anak Indonesia

ADVERTISEMENT

Ortu Waspada! 3 Jenis Kanker Ini Paling Kerap Dialami Anak Indonesia

Fadilla Namira - detikHealth
Selasa, 25 Okt 2022 07:00 WIB
kanker
3 Jenis kanker paling banyak dialami anak (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Di Indonesia, kanker adalah penyakit mematikan kedua setelah gangguan kardiovaskular. Penyakit ganas ini dapat menyerang siapa saja tanpa pandang bulu, baik orang dewasa maupun anak-anak, sehingga keberadaannya harus diwaspadai.

Berdasarkan paparan ketua umum yayasan kanker Indonesia, Prof dr Aru Wisaksono Sudoyo, Sp,PD-KHOM, FINASIM, FACP, kasus kanker yang paling banyak ditemukan pada anak adalah kanker darah (leukimia) dengan prevalensi sebesar 39-40 persen.

"Menurut data dari Indonesia Cancer Care Community (ICCC), suatu organisasi masyarakat pengumpul data, kanker anak yang paling sering itu adalah leukemia (kanker darah) sekitar 39-40 persen," sebut Prof Aru.

Kanker mata atau retinoblastoma menduduki peringkat kedua sebanyak 23 persen. Dikutip dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, retinoblastoma terjadi ketika saraf-saraf yang ada di area retina mata anak berkembang secara agresif kemudian membentuk tumor. Gejala utamanya adalah pupil-bagian mata berwarna hitam-memutih atau dalam istilah medis disebut leukokoria. Mirisnya, jenis kanker ini cukup asing dikenal masyarakat sehingga penangananya sering terlambat.

"Yang kedua ada kanker mata. Ini mungkin jarang muncul di masyarakat dalam bentuk berita namanya retinoblastoma. Nah, itu sekitar 23 persen," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan kanker ginjal menjadi kasus kanker ketiga terbanyak pada anak. Meski angka kasusnya berada di bawah, orang tua tetap perlu mengobservasi kondisi kesehatan terkait fungsi ginjal.

Hampir seratus persen kemunculan kanker disebabkan oleh faktor lingkungan. Faktor ini terdiri dari berbagai kondisi, seperti pola makan yang buruk, kebiasaan merokok berlebih, obesitas, infeksi, dan pengonsumsian alkohol. Namun, pola makan tidak sehat yang mengambil peran terbanyak dalam pembentukan sel kanker sejumlah 30-35 persen.

"Diet dan apa yang kita makan itu menempati faktor 30-35 persen dari faktor risiko yang berada di lingkungan. Makanan ini yang memang sangat penting dengan segala faktor risikonya," tegasnya.



Simak Video "Indonesia Catat 11 Ribu Kasus Baru Kanker pada Anak"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT