Dokter Ungkap Manfaat Hidrasi, Cegah Kerusakan Ginjal pada Anak

ADVERTISEMENT

Dokter Ungkap Manfaat Hidrasi, Cegah Kerusakan Ginjal pada Anak

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Selasa, 25 Okt 2022 20:17 WIB
Human kidney in hands isolated on blue background
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/pepifoto)
Jakarta -

Manfaat hidrasi untuk kesehatan ginjal anak perlu diketahui oleh para orang tua. Pasalnya, 80 persen berat badan bayi terdiri dari air dan setiap harinya sekitar 60 persen dari konsumsi cairan tersebut akan dibuang melalui urine. Apabila si kecil tak terhidrasi dengan baik, kandungan air di dalam tubuhnya akan berkurang dan organ-organ, termasuk ginjal tak akan berfungsi dengan baik.

Dokter spesialis anak konsultan nefrologi anak dari Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro Jaya, dr Cahyani Gita Ambarsari, SpA(K) mengungkapkan, air merupakan komponen terbesar pada tubuh manusia. Sekitar 60 persen komposisi tubuh manusia dewasa berasal dari air. Adapun fungsi air di dalam tubuh, seperti:

  • Sebagai komponen pembentuk sel, cairan tubuh, dan volume darah
  • Membantu mengatur suhu tubuh
  • Sebagai media transportasi nutrisi dan oksigen ke seluruh tubuh
  • Sebagai media pembuangan zat sisa metabolisme tubuh
  • Mencegah konstipasi
  • Menjadi cairan pelicin untuk pergerakan sendi dan mata
  • Menjaga kelembaban kulit, saluran pencernaan, dan saluran pernapasan.

Manfaat Hidrasi untuk Kesehatan Ginjal Anak

Air memiliki peran yang penting untuk memelihara kesehatan ginjal. Hidrasi yang cukup akan membuat darah dapat mengalir bebas ke ginjal. Hal ini akan memastikan ginjal mendapatkan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan agar fungsinya berjalan dengan baik.

Hidrasi yang cukup juga dapat membantu ginjal membuang zat sisa dari darah dalam bentuk urine. Mengingat terdapat 60 persen air yang akan dibuang oleh tubuh melalui urine.

Selain itu, air yang cukup juga dapat mencegah kristal-kristal pembentuk batu yang mengendap dan saling menempel, serta membantu pembilasan "flushing" saluran kemih atau membuang bakteri penyebab infeksi dari saluran kemih. Dengan kata lain, hidrasi yang cukup dapat menurunkan risiko terbentuknya batu ginjal ataupun infeksi saluran kemih yang dapat merusak ginjal. Kesimpulannya, kurangnya hidrasi dapat mengganggu fungsi ginjal, bahkan merusak ginjal.

Lebih Baik Air Putih atau Cairan Berwarna?

Mengingat hidrasi itu penting untuk kesehatan ginjal, lantas lebih baik air putih atau cairan berwarna seperti minuman soda? Menurut dr Cahyani, setiap makanan dan minuman yang dikonsumsi mengandung air, hanya saja dengan komposisi yang berbeda. Sekitar 20 persen dari kebutuhan air harian akan diperoleh dari makanan, terutama dari buah dan sayur yang memiliki kandungan air yang tinggi.

Sementara 80 persen sisanya dipenuhi dari minuman. Karenanya, cairan atau produk minuman apapun yang kita minum akan berperan dalam mencukupi kebutuhan hidrasi harian karena mengandung air.

Akan tetapi, air putih atau air mineral adalah sumber cairan yang terbaik karena tidak mengandung gula dan kalori. Penelitian menunjukkan bahwa cairan yang berwarna, seperti susu, atau memiliki rasa akan lebih disukai oleh anak. Namun karena mengandung kalori, sehingga harus dikonsumsi secara hati-hati.

Penelitian juga menunjukkan bahwa tambahan gula pada minuman anak merupakan salah satu penyebab kejadian berat badan berlebih atau obesitas dan penyakit kronis, seperti diabetes dan penyakit ginjal kronis, pada saat ia berusia dewasa.



Simak Video "Cara Menjaga Kesehatan Ginjal pada Anak"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT