16 Tanda-tanda Edema Paru, Sadari Sedari Dini

ADVERTISEMENT

16 Tanda-tanda Edema Paru, Sadari Sedari Dini

Fadilla Namira - detikHealth
Selasa, 25 Okt 2022 21:30 WIB
A young doctor is standing and looking at the lungs image at the blurred hospital room background. The concept of medical service, diagnosis and treatment.
Ilustrasi paru. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Natali_Mis)
Jakarta -

Ketika cairan menumpuk di kantung udara (alveoli), seseorang berpotensi mengalami tanda-tanda edema paru. Umumnya, kondisi tersebut ditandai dengan sulit bernapas atau sakit di area dada.

Saat bernapas, paru-paru yang sehat sejatinya terisi dengan udara. Namun bila seseorang mengalami edema paru, udara yang masuk jadi terhambat karena pengumpulan cairan. Akibatnya, oksigen tidak bisa mengalir dalam darah dan mengganggu pertukaran gas. Bila tidak segera ditangani, kondisi tersebut membuat pengidapnya mengalami gagal napas atau bahkan kematian.

Edema terbagi menjadi dua macam, yaitu akut dan kronis. Edema paru akut berlangsung secara tiba-tiba, sedangkan gejala yang terjadi lebih lambat dari waktu ke waktu disebut edema paru kronis.

Salah satu penyebab paling umum dari edema paru adalah gagal jantung kongestif, di mana jantung tidak dapat memenuhi tuntutan tubuh. Dalam kondisi ini, ventrikel kiri tidak mampu memompa darah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

Pemicu lainnya adalah sepsis (infeksi darah), cedera otak, gagal ginjal, dan paparan kimia berbahaya. Cedera langsung pada paru-paru atau peradangan di bagian tubuh lainnya pun dapat menimbulkan penyakit ini.

Tanda-tanda Edema Paru

Dikutip dari Medical News Today dan WebMD, selain kesulitan bernapas, tanda-tanda edema paru akut muncul sebagai berikut:

  • Batuk disertai dahak berwarna merah muda dan berbusa.
  • Keringat berlebih dari biasanya.
  • Muncul rasa cemas dan gelisah.
  • Kulit pucat.
  • Mengi.
  • Irama jantung yang cepat atau tidak teratur (palpitasi).
  • Sakit dada.
  • Perasaan tercekik.
  • Kondisi kulit lebih dingin dan lembab, serta berubah warna jadi kebiru-biruan.
  • Sering pusing dan lemah yang dapat menandakan penurunan tekanan darah.

Jika hal ini dibiarkan semakin lama, pengidapnya bisa mengalami tanda-tanda edema paru kronis, seperti:

  • Kelelahan.
  • Berat badan bertambah dengan cepat karena penumpukan cairan yang berlebih.
  • Memiliki lebih banyak masalah pernapasan dari biasanya saat beraktivitas.
  • Kaki bengkak.
  • Kesusahan bernapas saat berbaring datar (ortopnea).
  • Sering terbangun di malam hari dengan perasaan sesak napas (dispnea nokturnal paroksismal).

Tanda-tanda edema paru yang berlanjut berisiko tinggi menyebabkan hipertensi pulmonal, yaitu tekanan darah tinggi di arteri pulmonalis. Pengobatan edema paru biasanya berfokus pada peningkatan fungsi pernapasan dan mengatasi sumber masalahnya. Dengan demikian, pemberian oksigen tambahan dan obat-obatan khusus dilakukan untuk mengobati kondisi ini.



Simak Video "Perbandingan Paru-paru Pasien COVID-19 yang Divaksin dan Belum"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT